Paus Fransiskus, dalam refleksinya pada Angelus Minggu, mengingatkan bahwa benda materi tidak membawa kepenuhan hidup. Beliau menekankan pentingnya mengikuti jalan kasih yang tidak menyimpan apa pun untuk diri sendiri tetapi berbagi semuanya. Menggunakan contoh mukjizat roti dan ikan, Paus menyoroti bahwa memberikan apa yang kita miliki, sekecil apa pun, dapat membawa manfaat bagi semua dengan bantuan Tuhan. Paus juga mengajak untuk melihat hubungan kita dengan benda materi dan menggunakannya untuk mengekspresikan kasih dan rasa syukur.
Dalam refleksinya pada Angelus hari Minggu, Paus Fransiskus mengingatkan kita bahwa hal-hal materi tidak menuntun kita pada kepenuhan hidup, tetapi justru menempuh jalan kasih yang tidak menyimpan apa pun untuk dirinya sendiri, tetapi berbagi semuanya.
Saat menyapa para peziarah dan pengunjung di Lapangan Santo Petrus untuk doa Angelus tengah hari pada hari Minggu, Paus Fransiskus mengingat bacaan Injil hari itu yang menceritakan tentang orang banyak yang mencari Yesus setelah mukjizat roti dan ikan.
Mempersembahkan Apa yang Kita Miliki
Mukjizat memberi makan orang banyak dengan sejumlah kecil roti dan ikan menunjukkan bagaimana jika setiap orang mempersembahkan apa yang mereka miliki, tidak peduli seberapa kecil, dengan bantuan Tuhan semua orang dapat memperoleh manfaat, tegas Paus. Namun, orang banyak hanya berfokus pada mukjizat Yesus dan rasa lapar fisik mereka yang terpuaskan untuk sementara, lanjut Paus, dan mereka tidak memahami makna yang lebih besar dari pengalaman itu.
Roti Sejati
Sementara rasa lapar mereka terpuaskan, mukjizat roti dan ikan menyingkapkan “jalan kehidupan yang kekal dan rasa roti yang memuaskan tak terkira.” Roti sejati, Paus menjelaskan, adalah Yesus, Putra terkasih Allah yang menjadi manusia yang datang untuk berbagi kondisi kita dan menuntun kita kepada sukacita dan karunia persekutuan penuh dengan Allah dan dengan saudara-saudari kita.
Jalan Kasih
Paus menjelaskan bahwa hal-hal materi tidak menuntun kepada kepenuhan hidup, karena hanya kasih yang dapat melakukannya ketika kita mengambil jalan kasih yang tidak menyimpan apa pun untuk dirinya sendiri dan berbagi semuanya. Ia menunjukkan bagaimana hal ini dapat dilihat dalam keluarga ketika orang tua berusaha membesarkan anak-anak mereka dengan baik dan meninggalkan mereka masa depan yang baik. Dan anak-anak pada gilirannya dapat menunjukkan rasa terima kasih mereka dan saling mendukung.
“Pesan seorang ayah dan ibu, warisan mereka yang paling berharga, bukanlah uang, tetapi kasih yang mereka berikan kepada anak-anak mereka semua yang mereka miliki, sebagaimana Allah lakukan kepada kita, dan dengan cara ini, mereka mengajarkan kita untuk mengasihi.”
Paus menyarankan agar kita melihat hubungan kita sendiri dengan hal-hal materi dan apakah kita berutang budi kepada hal-hal tersebut atau kita dengan sukarela membagikannya kepada orang lain untuk mengekspresikan cinta dan kegembiraan kita, sembari juga mengucapkan ‘terima kasih’ atas karunia yang kita terima.
“Semoga Maria, yang telah menyerahkan seluruh hidupnya kepada Yesus, mengajarkan kita untuk menjadikan segala sesuatu sebagai sarana cinta.”
**Vatican News
Diterjemahkan dari: Pope encourages taking the path of charity for fulness of life
Baca juga: Paus Menulis Surat tentang Bagaimana Sastra Mendidik Hati dan Pikiran
