Renungan Minggu, 11 Januari 2026

Pesta Pembaptisan Tuhan

Yes. 42:1-4,6-7; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Mat. 3:13-17;BcO Yes 49:1-9; (P)

Yesus dibaptis oleh Yohanes.

Wujudkan Kehendak Allah

Saudara-saudari terkasih, hari ini Gereja merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan yang sekaligus menandai berakhirnya Masa Natal. Sebelum kita meninggalkan rangkaian perayaan kelahiran-Nya, Gereja mengajak kita untuk merenungkan jalan hidup Yesus, Sang Penyelamat, yang sejak awal diwarnai oleh ketaatan penuh kepada kehendak Allah.

Injil Matius menampilkan Yesus yang telah berusia sekitar tiga puluh tahun. Sebelum memulai karya pewartaan-Nya di hadapan publik, Ia datang kepada Yohanes Pembaptis dan menerima baptisan. Peristiwa ini mengundang kita untuk menyelami makna baptisan yang diterima Yesus, sekaligus memperdalam arti baptisan yang telah kita terima sebagai umat yang diselamatkan oleh-Nya.

Baptisan Yohanes merupakan tanda pertobatan dan komitmen untuk hidup seturut kehendak Allah. Karena itu, timbul pertanyaan: mengapa Yesus yang tanpa dosa rela dibaptis? Dengan menyatukan diri-Nya dengan orang-orang berdosa di Sungai Yordan, Yesus menunjukkan kerendahan hati-Nya dan tekad-Nya untuk memanggul beban umat manusia yang hendak diselamatkan.

Baptisan Yesus bukanlah tanda pertobatan pribadi, melainkan tindakan kenabian yang menandai awal pelayanan dan penyerahan hidup-Nya demi keselamatan semua orang. Dalam peristiwa itu pula, Allah Bapa menyatakan jati diri Yesus secara terbuka: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Mat 3:17). Dengan demikian, baptisan menjadi peneguhan perutusan Yesus sebagai Putra terkasih yang diutus bagi dunia.

Bagi kita yang telah dibaptis, Injil hari ini mengingatkan bahwa kita dipersatukan dalam satu tubuh dan dipanggil untuk mewartakan Kabar Sukacita melalui sikap hidup dan perbuatan kasih setiap hari. Gereja adalah persekutuan yang bersifat misioner; karena itu, setiap orang beriman, sesuai dengan panggilannya masing-masing, diundang untuk menghadirkan Kristus di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat. Semoga Tuhan senantiasa meneguhkan langkah kita.

**Fr Alexander Krisman-Tingkat VI

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.