Renungan Minggu, 18 Januari 2026

Hari Minggu Biasa II

Yes. 49:3,5-6; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1Kor. 1:1-3; Yoh. 1:29-34; BcO Kej 9:1-17; (H)

Yohanes Pembaptis menunjuk Yesus sebagai “Anak Domba Allah”.

Kristus, Terang Keselamatan bagi Semua

Saudari-saudara yang terkasih, bacaan-bacaan suci hari ini mengajak kita mengarahkan hati dan pikiran kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai pusat perutusan, kesaksian, dan persatuan umat beriman. Dalam diri Kristus, Allah menyatakan kasih-Nya yang menyelamatkan dan menghimpun seluruh umat manusia dalam satu persekutuan iman.

Dalam bacaan pertama, kita mendengar bahwa Allah tidak hanya memanggil Nabi Yesaya untuk memulihkan Israel, tetapi juga mengutusnya menjadi “terang bagi bangsa-bangsa” agar keselamatan Allah menjangkau sampai ke ujung bumi. Perutusan yang berasal dari Allah bersifat terbuka dan universal. Karena itu, keselamatan tidak pernah boleh dipersempit hanya untuk kelompok atau komunitas tertentu, melainkan ditujukan bagi seluruh umat manusia agar hidup dalam persatuan dan damai.

Rasul Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, menegaskan bahwa setiap orang Kristiani dipanggil untuk hidup kudus, sebab panggilan itu berasal dari Allah sendiri. Kekudusan itu diwujudkan dalam hidup yang penuh damai dan persatuan, karena Allah telah mempersatukan kita sebagai umat-Nya di dalam Putra-Nya, Yesus Kristus. Hidup sebagai orang beriman berarti terus berusaha membangun kebersamaan yang berakar pada kasih Kristus.

Saudari-saudara yang terkasih, dalam bacaan Injil Yohanes Pembaptis memberikan kesaksian tentang Yesus sebagai “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Kesaksian ini menegaskan bahwa Yesus datang bukan untuk menyelamatkan segelintir orang, melainkan untuk menebus dosa seluruh umat manusia dan mengantar kita kepada persekutuan yang sejati dengan Allah.

Dalam kehidupan bersama, kita pun dipanggil untuk membuka diri terhadap sesama, apa pun latar belakang sosial, budaya, maupun agama mereka. Sebagaimana Kristus telah menyerahkan diri-Nya demi pengampunan dosa, kita diajak untuk saling mengampuni, membangun komunitas yang harmonis, serta melayani satu sama lain dalam kasih. Keselamatan bukan hanya janji masa depan, melainkan kenyataan yang harus dihidupi setiap hari melalui sikap rendah hati, kejujuran, dan kepedulian kepada mereka yang lemah dan tersingkir. Seperti Yohanes Pembaptis yang memberi kesaksian tentang Kristus, kiranya kita pun menjadi saksi Kristus yang membawa damai dan sukacita bagi dunia. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Krisna Kilo-Tingkat V

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.