Renungan Harian Kamis, 29 Januari 2026

2 Sam. 7:18-19,24-29; Mzm. 132:1-2,3-5,11,12,13-14; Mrk. 4:21-25; BcO Kej 24:1-27; (H)

Menjadi pelita yang menerangi sesama.

Menjadi Pelita

Saudara-saudari yang terkasih. Injil hari ini menampilkan Yesus yang mengajar melalui perumpamaan tentang pelita. Bayangkan saat listrik padam lalu kita menyalakan lilin atau senter. Apakah mungkin kita menyembunyikan cahaya itu di bawah tempat tidur? Tentu tidak. Kita justru akan menaruhnya di tempat yang tinggi agar seluruh ruangan menjadi terang.

Melalui perumpamaan ini, Yesus berbicara tentang kebenaran dan kebaikan. Pelita itu adalah iman dan kasih yang kita miliki. Sering kali kita merasa malu atau ragu menampilkan identitas kita sebagai pengikut Kristus di tempat kerja atau dalam pergaulan, karena takut dianggap berlebihan atau “sok suci”. Padahal, menjadi pengikut Yesus ibarat pelita yang dinyalakan bukan untuk disembunyikan, melainkan untuk menerangi sudut-sudut gelap di sekitar kita melalui sikap jujur, peduli, dan penuh kasih.

Menjadi terang bukan berarti pamer atau mencari pujian, melainkan membiarkan perbuatan baik kita dirasakan orang lain sehingga mereka dapat melihat kemuliaan Tuhan. Karena itu, sikap yang perlu kita kembangkan adalah kerendahan hati. Dengan kerendahan hati, kita mampu membagikan buah iman dalam kehidupan sehari-hari, seperti pelita yang diam-diam menerangi sekitarnya tanpa membuat dirinya menjadi pusat perhatian.

Saudara-saudari terkasih, Yesus juga mengingatkan bahwa apa pun yang kita simpan di dalam hati—baik kasih maupun kebencian—pada akhirnya akan terpancar keluar dan terlihat oleh dunia. Hari ini kita diajak untuk lebih murah hati dalam memberi, sebab ukuran kasih yang kita berikan kepada sesama adalah ukuran yang akan Tuhan pakai untuk memberkati hidup kita kembali. Jangan takut berbagi kebaikan, sekecil apa pun, karena iman yang dibagikan tidak akan habis, melainkan justru semakin bertumbuh.

Karunia, bakat, dan kasih itu ibarat otot: semakin sering dipakai, semakin kuat. Sebaliknya, kasih yang tidak pernah dibagikan akan menjadi tumpul dan perlahan menghilang. Marilah kita membiarkan terang Injil sungguh bersinar melalui hidup kita, membawa harapan dan penghiburan bagi dunia yang merindukan Tuhan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Irvan HandrianTingkat 2

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.