Renungan Minggu, 1 Februari 2026

Hari Minggu Biasa IV

Zef. 2:3; 3:12-13; Mzm. 146:1,7,8-9a,9bc-10; 1Kor. 1:26-31; Mat. 5:1-12a. BcO Kej 27:1-29.

Tekun berdoa mencari Tuhan.

Carilah dan Temukan Tuhan, Maka Engkau Akan Bahagia

Saudara-saudari yang terkasih, hari ini kita merayakan Hari Minggu Biasa Keempat. Melalui bacaan-bacaan Kitab Suci yang kita dengarkan, kita diajak untuk terus mencari dan menemukan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab hanya di dalam Dialah kita memperoleh kebahagiaan sejati, kebahagiaan yang tidak tergantung pada situasi hidup, melainkan berakar pada relasi yang mendalam dengan Allah.

Sebagai manusia yang lemah dan berdosa, kita kerap berhadapan dengan berbagai tantangan dan persoalan hidup. Tidak jarang kita jatuh dalam keputusasaan, merasa gagal, dan seolah-olah Tuhan tidak lagi menyertai perjalanan hidup kita. Namun justru dalam keterbatasan itulah kita diajak untuk belajar bersyukur, menerima diri dengan rendah hati, dan menyadari bahwa hidup kita sepenuhnya bergantung pada rahmat serta belas kasih Allah.

Dalam bacaan pertama, Nabi Zefanya menegaskan seruan: “Carilah Tuhan.” Seruan ini mengingatkan kita bahwa sering kali kita terlalu mengandalkan kemampuan diri sendiri dan lupa datang kepada Tuhan untuk memohon tuntunan-Nya. Akibatnya, hati menjadi gelisah dan hidup kehilangan damai. Padahal, hanya dengan mencari dan menemukan Tuhan, kita dapat mengalami ketenangan sejati, seperti kawanan domba yang hidup aman dan tenteram dalam pemeliharaan-Nya.

Sementara itu, Rasul Paulus dalam bacaan kedua menegaskan bahwa hidup orang beriman tidak diukur dengan standar duniawi. Jika kita hidup berdasarkan ukuran manusia semata, maka yang muncul adalah kesombongan, pertikaian, dan konflik yang tak berkesudahan. Karena itu, kita diajak untuk saling menerima sebagai saudara dan saudari dalam Tuhan, menyadari bahwa kita semua adalah milik Allah, dan hanya kepada Dialah kita pantas bermegah.

Seluruh pesan bacaan hari ini berpuncak dalam Injil, ketika Yesus mewartakan sabda bahagia: berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, yang lemah lembut, yang lapar akan kebenaran, dan yang murah hati. Yesus mengajak kita untuk mengalahkan ego dan hidup seturut kehendak Allah. Maka, apa pun pengalaman hidup yang kita jalani—baik suka maupun duka—marilah kita senantiasa mencari dan menemukan Tuhan di dalamnya, sebab Dia selalu memiliki rencana indah bagi hidup kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Petrus Bagul-Tingkat IV

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.