Renungan Harian Kamis, 19 Februari 2026

Sesudah Rabu Abu

Ul. 30:15-20; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 9:22-25; BcO Kel 1:1-22; (U)

Di balik Salib, ada Sukacita.

Kebahagiaan Di Balik Salib

Saudara-saudari, hari ini gereja menyuguhkan bacaan pertama dari Kitab Ulangan dan bacaan kedua dari Injil Lukas. Dalam bacaan pertama Musa memerintahan kepada bangsa Israel untuk mengasihi Tuhan, yaitu dengan hidup menurut jalan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan, dan peraturan-Nya. Dalam bacaan Injil Yesus mengatakan bahwa yang mau mengikuti-Nya harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti-Nya. Kedua bacaan ini memiliki kesamaan, yaitu tentang mengikuti Tuhan. Mengikuti berarti kita diajak untuk berjalan bersama Tuhan.

Kecenderungan manusia ialah berpikir bahwa dengan mengikuti Yesus berarti perjalanan akan terasa nyaman, namun melalui Injil hari ini Yesus mengingatkan bahwa mengikuti Dia harus ada yang dikorbankan dan harus ada yang ditanggung. Menyangkal diri, berarti kita harus berani untuk tidak hidup dalam kenyamanan. Kita harus berani untuk meninggalkan zona yang membuat kita terlena. Memikul salib, berarti kita harus berani menerima kenyataan hidup yang didalamnya ada penderitaan, penolakan, dan pengorbanan. Dengan dua hal ini rasanya sangat berat untuk mengikuti Yesus. Sehingga seringkali kita memilih jalan pintas yang justru dapat menjauhkan kita dari Tuhan. Namun disinilah kita diajak untuk mau keluar dari sifat mengandalkan diri sendiri dan  belajar untuk memasrahkan semuanya kepada Tuhan. Justru dengan menyangkal diri dan memikul salib, di sanalah iman tidak hanya diucapkan, tetapi sungguh kita dihidupi, dan kasih Tuhan kita mengalami secara nyata.

Saudara-saudari, dari bacaan hari ini kepada kita diingatkan bahwa mengikuti Yesus itu bukan untuk mencari gampang dan enaknya saja. Mengikuti Yesus berarti kita sudah siap dengan segala tantangan dan resiko yang harus kita tanggung diperjalanan. Justru melalui beragam tantangan itu, iman kita semakin dibentuk dan diuji. Jangan pernah ragu untuk memanggul salib dan berjalan mengikuti Yesus. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Ritma Agustio-Tingkat 1

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.