Dalam upaya membangun sinergi dalam pelayanan Paroki Santo Fransiskus de Sales (Sanfrades) Palembang menggelar kegiatan retret Dewan Pastoral Paroki (DPP) di Rumah Pembinaan Carolus Boromeus (RPCB) Matow Way Hurik, Lampung pada 16-17 Januari 2025. Kegiatan yang diikuti 70 peserta termasuk Pastor Paroki Sanfrades, Romo Petrus Haryanto SCJ dan Pastor Rekan, Romo Stefanus Sigit Pranoto SCJ ini menjadi sarana pembinaan rohani sekaligus peneguhan perutusan bagi para pengurus DPP yang telah dilantik oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, pada Minggu 14 September 2025 silam. Hadir sebagai pendamping dalam kegiatan ini adalah Romo Chistoforus Wahyu Tri Haryadi SCJ dan Titus Wisnu Winarto.

| Foto: Dokumentasi Sanfrades
Dalam paparannya, Romo Wahyu, demikian ia biasa disapa, mengajak peserta untuk merefleksikan alasan mau memberi diri dalam perutusan dan pelayanan sebagai pengurus DPP. Menurutnya, untuk sampai pada pemberian diri dalam pelayanan DPP setiap orang pasti telah melalui proses. Tidak semua berawal dari keahlian, namun Tuhanlah yang memampukan para pelayan untuk melayani Gereja melalui kepercayaan dan otoritas yang diberikan-Nya.
Lebih lanjut, melalui dinamika kegiatan yang disajikan Romo Wahyu juga mengundang peserta untuk mewujudkan gambaran Gereja sebagai persekutuan yang hidup dengan membangun harapan bersama dalam semangat Sint Unum (semoga mereka bersatu). Imam dehonian ini menegaskan bahwa paroki sebagai komunitas umat beriman perlu dikelola dengan baik dan dalam segala kekurangan dan keterbatasannya, para pelayan Gereja dipanggil untuk bekerja sama mewujudkan wajah Gereja yang damai, penuh kasih persaudaraan, serta belarasa.

| Foto: Dokumentasi Sanfrades
Imam yang aktif dalam aneka kelompok pendampingan ini juga mengajak peserta untuk melihat pentingnya membangun suasana yang baik dan menyenangkan dalam pelayanan di paroki. Transparansi dan komunikasi yang terbuka, menurutnya menjadi hal penting dalam menghadirkan suasana positif yang menumbuhkan partisipasi aktif, rasa memiliki, dan kepercayaan seluruh umat untuk ikut ambil bagian dalam berbagai program yang dicanangkan.
Seraya merefleksikan tentang pentingnya kolaborasi dan kebersamaan dalam pelayanan, Romo Wahyu pun mengajak setiap peserta menyadari bahwa setiap pribadi memiliki kharisma yang berbeda-beda dari Tuhan. Ia mengungkapkan tentang panggilan Musa yang juga melibatkan orang lain dalam melaksanakan perutusannya memikul tanggung jawab atas bangsa Israel. Dasar pelibatan ini bukanlah hanya sekadar untuk regenerasi, melainkan kasih kepada sesama.

| Foto: Dokumentasi Sanfrades
Rangkaian refleksi bersama ditutup dengan permainan “kesatuan hati”, menyusun lego secara berjenjang, mulai dari DPH sebagai konseptor, ketua dan wakil bidang sebagai mediator, dan para anggota bidang sebagai eksekutor. Melalui permainan ini, peserta diajak untuk menyadari pentingnya menjalankan tugas masing-masing dalam ketaatan, komunikasi yang jelas, dan kerja sama tanpa mendahului peran yang bukan menjadi bagiannya.
Harapannya, melalui retret ini, para anggota DPP Sanfrades diharapkan semakin diteguhkan dalam panggilan pelayanan, mampu bekerja bersama dalam semangat kasih, serta menciptakan suasana paroki yang menyenangkan, partisipatif, dan berdaya guna bagi seluruh umat.
Galeri Foto:





**Fr. Simeon Sanjaya SCJ (Kontributor Palembang)
