PW St. Basilius Agung dan Gregorius Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja
1Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 1:19-28; BcO Kid. 4:1-5:1; (P)

Tinggal dalam SabdaNya
Saudara-saudari terkasih, Injil hari ini menampilkan Yohanes Pembaptis sebagai saksi yang jujur dan rendah hati. Ia dengan tegas menolak segala gelar yang ingin dilekatkan kepadanya dan mengarahkan perhatian sepenuhnya kepada Dia yang akan datang. Yohanes sadar akan identitasnya yakni bukan Mesias, melainkan suara yang mempersiapkan jalan. Ironisnya, ia berkata bahwa Kristus sudah hadir di tengah umat, tetapi tidak dikenali.
Kita diundang untuk tinggal dan setia dalam Kristus serta memberi kesaksian yang benar tentang Dia. Tinggal dalam Kristus berarti membiarkan hidup kita dibentuk oleh kebenaran-Nya, bukan oleh ambisi, popularitas, atau penyesuaian diri dengan arus zaman. Dan memberi kesaksian berarti, seperti Yohanes Pembaptis, mengarahkan hidup bukan kepada diri sendiri, melainkan kepada Kristus, agar melalui kata dan tindakan kita, orang lain dapat mengenal Dia yang sudah hadir dan bekerja di tengah kita.
Saudara-saudari terkasih, pada hari ini Gereja juga memperingati St. Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze, seorang Uskup dan Pujangga Gereja. Kita belajar dari mereka bahwa iman yang benar harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, terutama dalam kasih kepada kaum miskin dan pembelaan terhadap martabat manusia. Santo Gregorius dari Nazianze mengajarkan bahwa teologi sejati lahir dari relasi yang mendalam dengan Allah, bukan pencarian pujian atau kenikmatan duniawi saja. Keduanya menolak menjadikan diri sebagai pusat, dan justru mengarahkan seluruh hidup serta pemikiran mereka kepada Kristus. Semoga bacaan hari ini senantiasa mengingatkan kita akan tugas dan tanggung jawab kita sebagai umat Allah yang baik dan mampu membawa wajah Allah kepada sesama melalui tindakan cinta kepada sesama. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
**Fr. Yulius Susilo-Tingkat IV
Foto: Pinterest
