Renungan Harian Kamis, 1 Januari 2026

HR SP MARIA BUNDA ALLAH

Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21; BcO Ibr. 2:9-17; (P)

Maria Bunda Allah.

Berjalan Bersama Bunda Maria

Saudara-saudari terkasih, selamat Tahun Baru! Hari ini Gereja merayakan hari Raya Maria Bunda Allah. Kisah Injil hari ini membawa kita ke Betlehem di mana para gembala datang mengunjungi Maria, Yusuf, dan Bayi Yesus dan pulang dengan memuliakan Allah. Maria menyimpan segala perkara itu dan merenungkannya dalam hatinya. Tahun baru sering bikin kita sibuk menyimpan banyak hal, seperti foto, video, rencana, target, resolusi sampai memori HP penuh. Tapi hari ini Maria mengajari kita bahwa yang paling penting bukan cuma “disimpan di galeri”, melainkan disimpan di hati. Karena hati yang menyimpan Tuhan akan lebih kuat menghadapi tahun yang belum kita tahu ceritanya.

Hari ini kita merayakan Maria sebagai Bunda Allah. Ini bukan berarti Maria “lebih besar dari Allah”, melainkan karena Yesus yang dilahirkannya sungguh Allah yang menjadi manusia; maka Maria sungguh Bunda dari Tuhan kita. Dan bacaan kedua menegaskan kabar baiknya bahwa kita bukan orang asing bagi Allah. Dalam Kristus, kita diangkat menjadi anak-anak Allah, bahkan berani berseru, “Abba, ya Bapa!”

Mari kita rangkum pesan hari ini dalam satu kata dengan 5 huruf bermakna: sederhana B-U-N-D-A.

B – Berkat dulu sebelum beresolusi. Sebelum membuat daftar target (diet, nabung, stop marah-marah di grup WA), mintalah berkat Tuhan. Berkat itu bukan jaminan hidup tanpa masalah, tapi jaminan bahwa aku tidak jalan sendirian.

U – Utamakan damai, bukan menang. Hari ini Tuhan memberi damai Sejahtera, maka bagikanlah itu mulai dari keluarga, tetangga, rekan kerja, lingkungan, paroki.

N – Nikmati hadirat Tuhan. Maria menyimpan dan merenungkan setiap pengalamannya dalam doa. Cobalah awali hari dengan hening 5 menit setiap hari

D – Doakan dan syukuri hal kecil. Para gembala pulang memuliakan Allah karena bersyukur atas perjumpaan istimewa itu. Syukur adalah obat untuk hati yang gampang mengeluh. Bersyukurlah mulai dari hal yang sederhana, jangan tunggu mukjizat besar. Bersyukurlah hari ini kita masih bernafas dan menikmati hidup.

A – Abba: ingatlah bahwa kita punya Bapa yang penuh cinta dan belaskasih. Jalani hidup dengan sukacita.

Saudara-saudari, kalau malam ini kita masih akan dengar petasan, kembang api, atau suara ramai di sekitar kita, percayalah bahwa damai yang Tuhan beri jauh lebih tahan lama daripada gemerlap satu malam. Dengan penuh syukur, mari kita masuk tahun 2026 bersama Maria dalam berkat Tuhan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Frendi Pascalis-Tingkat VI

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.