Renungan Harian Kamis, 9 April 2026

Kis. 3:11-26; Mzm. 8:2a,5,6-7,8-9; Luk. 24:35-48.

Ia Penuh Kejutan

Saudara-saudari terkasih, Tuhan sering memakai berbagai cara untuk membuka pikiran dan hati kita. Terkadang kita menyadarinya, tetapi tidak jarang pula kita melewatkannya. Dalam Injil hari ini, kita melihat bagaimana Tuhan membuka hati para murid dengan cara yang sangat sederhana: Ia datang, hadir di tengah mereka, bahkan makan bersama mereka. Dari perjumpaan yang sederhana itu, para murid perlahan mulai memahami bahwa Tuhan sungguh hadir dalam hidup mereka.

Ketika merenungkan hal ini, kita pun dapat menyadari bahwa Tuhan juga sedang bekerja dalam hidup kita. Ia perlahan membuka pikiran dan hati kita melalui berbagai pengalaman. Sering kali cara Tuhan bekerja terasa unik dan tak terduga. Melalui peristiwa sehari-hari, melalui perjumpaan dengan sesama, bahkan melalui kesulitan dan penderitaan, Tuhan menuntun kita untuk melihat hidup dengan cara yang baru serta memahami jalan panggilan kita masing-masing.

Dalam perjalanan hidup, tidak jarang kita merasa bahwa jalan yang kita tempuh begitu berat. Masalah datang silih berganti. Kita bisa merasa sendirian, bahkan terluka oleh orang yang kita percaya. Ada saat-saat ketika kenyataan hidup terasa begitu sulit dan menyakitkan untuk diterima. Namun, kita percaya bahwa Tuhan selalu tepat waktu. Ia tidak pernah meninggalkan kita. Ada kalanya Tuhan membiarkan kita berjuang, tetapi bukan berarti Ia jauh. Justru di tengah perjuangan itu, Tuhan tetap menyertai kita dan menguatkan kita.

Saudara-saudari terkasih, ketika kita mampu melewati berbagai kesulitan hidup, kita akan semakin menyadari bahwa Tuhan sungguh baik dan setia. Ia adalah Bapa yang penuh kasih, yang tidak pernah berhenti memberikan yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Karena itu, kita dipanggil untuk menjadi saksi-Nya. Menjadi saksi berarti berani menceritakan pengalaman iman kita—bagaimana Tuhan menyembuhkan, menguatkan, dan menyertai kita dalam setiap proses kehidupan.

Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh kejutan. Ia memiliki cara-cara yang sering kali tidak kita duga untuk menyatakan kasih-Nya. Namun satu hal yang pasti: Ia selalu hadir dalam setiap langkah hidup kita. Maka marilah kita berani keluar dari “ruang tertutup” ketakutan kita, dan mulai membagikan kasih Tuhan kepada sesama. Dunia tidak membutuhkan orang yang tampak sempurna, melainkan orang-orang yang telah dipulihkan oleh damai sejahtera Kristus. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Delho Panca-Tingkat II

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.