Renungan Harian Rabu, 8 April 2026

Kis. 3:1-10; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Luk. 24:13-35.

Teman Seperjalanan

Saudara-saudari terkasih, Injil hari ini mengisahkan dua murid yang sedang berjalan menuju Emaus. Mereka melangkah dengan hati yang sedih dan penuh kekecewaan karena Yesus telah wafat di salib. Harapan mereka seolah sirna. Namun di tengah perjalanan itu, Yesus yang telah bangkit datang dan berjalan bersama mereka, meskipun mereka belum mengenali-Nya. Dari peristiwa Emaus ini, ada beberapa hal penting yang dapat kita renungkan.

Pertama, kisah ini menunjukkan bahwa dalam hidup kita pun sering mengalami kesedihan, kekecewaan, dan kehilangan harapan. Ada saat-saat ketika kita merasa Tuhan jauh atau seakan tidak hadir. Namun melalui peristiwa ini kita diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Yesus yang bangkit selalu berjalan bersama kita dalam setiap perjalanan hidup, bahkan ketika kita tidak menyadari kehadiran-Nya.

Kedua, di tengah perjalanan itu Yesus menjelaskan Kitab Suci kepada mereka. Ketika mendengarkan penjelasan tersebut, hati kedua murid itu mulai berkobar-kobar. Hal ini mengajarkan bahwa Sabda Tuhan memiliki daya yang menguatkan dan menghidupkan kembali harapan. Ketika kita mau membuka diri untuk mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan, hati kita akan diteguhkan dan kita tidak mudah jatuh dalam keputusasaan.

Ketiga, kedua murid itu akhirnya mengenali Yesus saat Ia memecahkan roti. Pada saat itulah mata mereka terbuka dan mereka menyadari bahwa Yesus sungguh telah bangkit. Peristiwa ini mengingatkan kita akan Ekaristi. Dalam setiap perayaan Ekaristi, Yesus yang bangkit hadir di tengah kita—menyapa kita melalui Sabda-Nya dan memberi diri-Nya dalam pemecahan roti.

Saudara-saudari terkasih, peristiwa Paskah menegaskan bahwa Yesus hidup dan senantiasa menyertai perjalanan kita. Ketika kita mengalami kesedihan atau kehilangan harapan, marilah kita ingat bahwa Tuhan tetap berjalan bersama kita. Jika kita mau membuka hati terhadap Sabda-Nya dan setia mengikuti-Nya, kita akan menemukan kembali harapan dan sukacita.

Semoga melalui perayaan Paskah ini iman kita semakin diteguhkan. Seperti kedua murid Emaus yang kembali dengan penuh semangat untuk menceritakan pengalaman mereka, kita pun dipanggil untuk membawa sukacita Paskah kepada sesama. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Yose Manurung-Tingkat I

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.