“Syukuri apa pun yang kamu miliki saat ini dan mulailah untuk memperbaiki setiap kesalahan yang pernah dibuat di masa lalu untuk menjadi lebih baik di masa depan,” kata seorang bijaksana.
Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya. Satu-satunya orang yang tidak dia benci adalah pacarnya. Alasannya, pacarnya selalu ada untuknya. Dia mengatakan bahwa jika dia bisa melihat dunia, dia akan menikah dengannya.
Suatu hari, seseorang menyumbangkan sepasang mata baginya. Hasilnya, sekarang dia bisa melihat semuanya, termasuk pacarnya. Pacarnya bertanya kepadanya, “Sekarang kamu bisa melihat dunia, maukah kamu menikah denganku?”
Gadis itu terkejut, ketika dia melihat bahwa pacarnya juga buta. Serta merta ia menolak untuk menikah dengannya. Pacarnya berjalan pergi sambil menangis. Kemudian dia menulis surat kepadanya yang mengatakan, “Rawat mataku, Sayang.”

Tetap Bersyukur
Ketika keadaan hidup kita berubah, pikiran kita juga berubah. Hal ini banyak terjadi dalam kehidupan kita. Ada orang yang dulunya sangat miskin, begitu memiliki kekayaan langsung berubah. Misalnya, menjadi orang yang sombong dan tidak peduli terhadap orang-orang di sekitarnya.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk tetap setia pada hal-hal yang utama dalam hidup ini. Gadis buta itu tidak tahu berterima kasih atas pengorbanan kekasihnya. Dia bisa melihat, karena kekasihnya telah memberikan sepasang mata baginya. Dia tidak menghargai pengorbanan itu.
Boleh saja hal-hal yang sampingan berubah, tetapi hal-hal yang intrinsik mesti selalu dipertahankan dalam hidup. Boleh saja orang memiliki harta segunung setelah melewati tahun-tahun hidupnya penuh derita karena miskin. Namun yang mesti diperjuangkan adalah senantiasa menghargai hidup ini. Orang tidak boleh berubah drastis karena kondisi hidupnya menjadi lebih baik.
Orang beriman senantiasa menghargai pemberian Tuhan. Tuhan begitu baik kepada ciptaanNya. Tuhan telah memberikan yang terbaik bagi perjalanan hidup manusia. Karena itu, kita mesti tetap mempertahankan dan memperjuangkan nilai-nilai intrinsik dalam hidup ini. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
