Pastor Faltas tentang Gaza: “Situasinya Benar-Benar Tidak Manusiawi”

Pastor Ibrahim Faltas, seorang Fransiskan dari Kustodi Tanah Suci, menggambarkan penderitaan rakyat Gaza dan Tanah Suci sebagai situasi yang tidak manusiawi. Dalam kunjungannya ke Italia, ia memperingatkan bahwa bila keadaan terus berlanjut, “benar-benar tidak akan ada lagi orang Kristen yang tersisa.”

Pastor Ibrahim Faltas, seorang Fransiskan dari Kustodi Tanah Suci.

Dalam pembicaraannya dengan Toscana Oggi, Pastor Faltas menegaskan bahwa di Gaza, orang-orang terus meninggal karena kelaparan, kehausan, dan panas. Ia mengajukan pertanyaan tajam: “Di manakah komunitas internasional? Di manakah hak asasi manusia?” Menurutnya, anak-anak di Gaza sudah dua tahun tidak bersekolah, tanpa akses pendidikan maupun layanan kesehatan. “Tidak ada dokter, tidak ada obat. Anak-anak hanya mengenal perang, pelarian, kehancuran, dan reruntuhan,” ungkapnya.

Namun, krisis kemanusiaan tidak hanya terjadi di Gaza. “Betlehem telah menjadi penjara terbuka,” katanya. Dengan penutupan pos pemeriksaan, warga tidak lagi bisa bekerja di Israel seperti sebelum perang. Sementara itu, sektor pariwisata yang dulu menjadi penopang ekonomi telah lumpuh selama dua tahun. Akibatnya, sekitar 185 keluarga Kristen — lebih dari 700 orang — meninggalkan Betlehem. “Jika keadaan ini terus berlanjut, tidak akan ada lagi orang Kristen yang tersisa,” tegasnya.

Krisis Kemanusiaan di Gaza dan Betlehem

Meski demikian, Pastor Faltas juga menyoroti adanya tanda harapan. Pada Juni lalu, para uskup dari wilayah Tuskana melakukan ziarah ke Yerusalem dan Betlehem. Ia menyebut kunjungan itu sebagai sebuah “tindakan keberanian” sekaligus solidaritas yang sangat berarti bagi umat Kristen di sana. “Kehadiran mereka memberi harapan. Orang-orang masih mengingatnya sampai sekarang,” ujarnya.

**Oleh Vatican News

Foto: Vatican News dan Google

Diterjemahkan dan disadur ulang oleh Fr. Bednadetus Aprilyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published.