Rm. 1:16-25; Mzm. 19:2-3,4-5; Luk. 11:37-41; BcO Yer. 2:1-13,20-25; (H)
Semangat Kasih

Saudara-saudari terkasih, Injil hari ini mengisahkan bagaimana Yesus diundang makan oleh orang-orang Farisi. Namun ketika mereka melihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan, mereka mulai menaruh curiga. Menanggapi hal itu, Yesus menegur mereka dengan keras, “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh dengan rampasan dan kejahatan.”
Melalui teguran ini, Yesus mengingatkan bahwa kemurnian hati jauh lebih penting daripada penampilan luar. Orang-orang Farisi pada waktu itu terlalu sibuk menjaga citra diri, berusaha tampak saleh dan taat secara lahiriah, tetapi hatinya jauh dari kasih. Mereka menilai kesucian hanya dari apa yang tampak di luar, bukan dari ketulusan hati di hadapan Allah.
Saudara-saudari, bukankah hal yang sama juga bisa terjadi pada kita? Di zaman sekarang, kita mudah sekali terjebak dalam pencitraan diri — ingin tampak sempurna di media sosial, di tempat kerja, bahkan di lingkungan gereja. Kita tampil sopan, berbicara manis, dan mungkin memasang foto dengan pose berdoa, tetapi di balik itu hati kita bisa saja dipenuhi dengan iri, sombong, atau kepura-puraan. Kita lupa bahwa Tuhan tidak melihat sejauh mata manusia memandang, melainkan menembus sampai ke kedalaman hati.
Yesus menghendaki agar hidup kita lahir dari semangat kasih, bukan sekadar untuk dilihat atau dipuji orang lain. Kasih sejati tumbuh dari hati yang bersih, rendah hati, dan tulus. Karena itu, marilah kita belajar untuk lebih jujur kepada diri sendiri dan kepada Tuhan. Daripada sibuk mempercantik tampilan luar, mari kita benahi batin kita dengan pertobatan, doa, dan perbuatan kasih yang nyata.
Semoga melalui sabda hari ini, kita semakin dibimbing untuk hidup dalam semangat kasih yang sejati — kasih yang tidak mencari pujian, tetapi yang memancarkan keindahan hati yang tulus. Tuhan memberkati kita semua.
Fr. Frigilius Firmus Klau
Tingkat 1
