Suasana di Gedung Serba Guna Santo Louis Sukabangun, Palembang, Minggu (12/10/2025) pagi terasa berbeda. Terdapat 114 peserta calon penerima Sakramen Krisma memenuhi ruangan dengan wajah penuh semangat. Mereka datang bukan sekadar untuk mengikuti kegiatan rohani, melainkan untuk membuka hati pada karya Roh Kudus yang membaharui dan menggerakkan hidup.
Rekoleksi bertema “Roh Kudus membaharui hati, menggerakkan hidup” ini menjadi momentum istimewa menjelang penerimaan Sakramen Krisma yang akan diadakan di Paroki St. Yoseph Palembang pada Minggu, 19 Oktober mendatang. Melalui kegiatan ini, para calon Krisma diajak untuk menyadari kehadiran dan kuasa Roh Kudus yang nyata dalam keseharian mereka. Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini adalah Pastor Rekan Paroki St. Yoseph, Pastor Daniel Depan Pratama.

Roh Kudus yang Nyata dan Menghidupkan
Dalam dua sub tema rekoleksi, yakni “Roh Kudus nyata dalam hidup kita” dan “Hidup dengan Api Roh Kudus”, peserta diajak mengalami pengalaman iman yang hidup dan menyenangkan. Dalam paparannya, Pastor Daniel menuntun peserta untuk memahami makna hidup dalam Api Roh Kudus. “Hidup dalam api Roh Kudus berarti hidup dalam semangat Ilahi, terus berubah, dan menjadi terang bagi sesama,” ungkapnya.
Imam diosesan yang ditahbiskan pada 27 Agustus 2025 dan baru memulai karya pastoral di Paroki St Yoseph ini menambahkan bahwa tanda-tanda orang yang hidup dalam api Roh Kudus dapat dilihat dari kehidupan yang penuh doa, kasih persaudaraan, semangat pelayanan, dan kepedulian kepada orang lain.
Iman yang sejati menurut Pastor Daniel bukanlah iman yang pasif, tetapi iman yang menyala, yang mendorong seseorang untuk berbuat baik, terlibat dalam hidup menggereja, dan menghadirkan sukacita di mana pun berada.
Selain diisi dengan materi yang disampaikan Pastor Daniel, kegiatan juga disegarkan dengan berbagai fun games dan dinamika kelompok yang dipandu oleh Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Yoseph, Frans de Sales Billy Jaya dan Sr. M. Innocentia FCh. Melalui beragam dinamika itu para peserta diajak mendalami bahwa hidup beriman bukan hanya soal doa dan ibadat, tetapi juga tentang kerja sama, kepercayaan, dan keterbukaan hati.

Setiap permainan yang mereka jalani bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pembelajaran rohani: bagaimana Roh Kudus bekerja melalui relasi, komunikasi, dan kebersamaan. Dalam 12 kelompok kecil, mereka belajar memaknai bahwa iman tumbuh dalam komunitas yang saling meneguhkan.
Hidup dalam Api Roh Kudus: Sukacita dan Persaudaraan
Kesan mendalam datang dari Maximilianus Haris Widodo, salah seorang peserta rekoleksi yang juga siswa kelas X di Seminari Menengah St. Paulus Palembang.
“Saya senang bisa ikut rekoleksi ini. Kami bisa saling mengenal, kompak, dan saling percaya dalam kelompok. Kegiatan ini bikin kami lebih siap menyambut Krisma dengan hati gembira”, tuturnya.
Sukacita yang dirasakan para peserta bukan hanya karena kegiatan yang menyenangkan, tetapi karena mereka merasakan kehadiran Roh Kudus yang menumbuhkan persaudaraan sejati. Di antara canda dan permainan, terselip pengalaman iman yang lembut namun kuat: bahwa Allah hadir dalam relasi yang sederhana.
Menjadi Dewasa dalam Iman
Pada akhir rekoleksi, Pastor Paroki St. Yoseph Palembang, Pastor Hyginus Gono Pratowo, seraya mengungkapkan rasa terima kasih kepada para fasilitator dan panitia, ia juga menegaskan makna peting rekoleksi yang telah dilaksanakan.
“Rekoleksi ini penting agar para calon Krisma sungguh menjadi dewasa dalam iman, mampu menata dan memimpin diri, serta dapat membedakan mana yang baik dan berkenan kepada Allah”, ujarnya.
Dekan Dekanat Palembang ini juga menegaskan bahwa menerima Krisma berarti siap bertutur dan bertindak seturut kehendak Allah, bukan hanya menjadi pengikut Kristus, tetapi juga saksi-Nya di tengah dunia. Rekoleksi ini bukan sekadar kegiatan rohani sehari, melainkan proses pembaharuan hati. Dalam suasana doa, tawa, refleksi, dan persekutuan, para peserta belajar membuka diri terhadap karya Roh Kudus yang terus membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih matang dalam iman.


Mereka pulang dengan hati yang hangat, membawa api kecil Roh Kudus yang siap mereka pelihara dan bagikan. Sebab, seperti tema rekoleksi ini, Roh Kudus selalu membaharui hati dan menggerakkan hidup, agar setiap orang semakin menyerupai Kristus yang hidup dalam kasih, sukacita, dan pelayanan.
**Ignas Iwan Waning (Kontributor Palembang)
Foto: Dokumen Pribadi
