Misi Dimulai dari Hati yang Percaya

Hujan yang sempat mengguyur Kompleks Ziarah Gua Maria Mater Misericordiae, Sukamoro, Sabtu sore, 18 Oktober 2025 tidak menyurutkan semangat lebih dari 450 remaja misioner Dekenat 1 Keuskupan Agung Palembang. Mereka berkumpul dalam Ekaristi Minggu Misi ke-99 yang dipimpin oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Menariknya, menurut Direktur Diosesan Karya Misi Kepausan Indonesia Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Sigit Winarno SCJ, ini adalah acara massal pertama remaja Katolik Keuskupan Agung Palembang pasca Covid-19.

Direktur Diosesan Karya Misi Kepausan Indonesia Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Sigit Winarno SCJ.

Membuka homilinya, Uskup Harun mengutip pertanyaan Tuhan yang diwartakan dalam Injil Minggu itu, “Apakah kalau Putra Manusia datang, Ia akan mendapatkan iman di bumi?” Dia mengajak remaja misioner berani menjawab dengan tegas, “Benar, Tuhan, kami percaya!”

Iman akan Allah yang Mahabaik adalah makna dari doa setiap pribadi Katolik. “Kalau hakim yang lalim saja mau memenuhi kebutuhan janda miskin, masakan Allah yang Maharahim tidak mengabulkan doa anak-anak-Nya?” ujar Mgr. Harun.

Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono.

Uskup asal Lampung ini mengingatkan bahwa Yesus tidak melakukan mukjizat di kampung halaman-Nya karena orang-orang tidak percaya, tetapi Ia menyembuhkan semua yang percaya kepada-Nya. Uskup Harun mengingatkan ada yang lebih daripada pengabulan sebuah doa.

Uskup Harun mengajak para remaja untuk tidak memperlakukan Tuhan seperti mesin pemenuh keinginan di zaman serba instan. “Tuhan bilang, ’carilah, ketuklah, mintalah! Dan kamu akan mendapat. Tapi jangan lupa, Tuhan punya hati,” tegasnya.

Ia memberi perumpamaan sederhana tentang anak yang meminta motor kepada ayahnya. Ketika ayahnya tidak langsung memberikan, bukan berarti tidak sayang. Justru jika sang ayah langsung memberikan, itu akan membahayakan nyawa anaknya.

“Kadang Tuhan menunda, bahkan tidak mengabulkan karena Ia ingin kita bertumbuh,” katanya. “Jadi, jangan bilang Tuhan tidak sayang sebelum bertanya: apakah aku sudah menjadi anak yang baik?”

Uskup Agung meminta remaja Katolik untuk berdoa. “Berdoalah dengan sungguh, belajar dengan tekun, hiduplah dengan iman. Jadilah anak yang membuat orang lain berkata: itulah misionaris Allah.”

Usai Ekaristi, acara dilanjutkan dengan Rosario Misioner. Para remaja membawa lilin menyala, melangkah pelan menyusuri Via Crucis sembari mendaraskan Doa Salam Maria. Mereka berdoa untuk lima benua besar: Asia, Eropa, Afrika, Amerika, dan Oseania.

**Kristiana Rinawati

Foto: Komsos KAPal

Leave a Reply

Your email address will not be published.