Menyongsong 100 Tahun Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu: Romo Paulus Sarmono SCJ Ajak Umat Hidup Adil dan Jaga Kerukunan

Satu abad yang lalu sebuah benih kecil telah ditanam. Benih iman yang kecil nan sederhana itu kini telah tumbuh dan berbuah. menjadi rumah bagi ribuan jiwa yang mencari terang Sang Sabda. Itulah perjalanan Gereja, umat Allah Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu, berawal dari kawanan kecil, yang berdoa dan berkumpul di bangunan sederhana, kini di ambang sejarah merayakan syukur atas penyertaan Tuhan selama 100 tahun (1926-2026) hadirnya iman Katolik di Bumi Rafflesia.

Rangkaian Peringatan Seabad Paroki Bengkulu ini diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu, Romo Paulus Sarmono SCJ didampingi Romo Paulus Yosse Pratama SCJ, Rabu (31/12/2025) petang. Ratusan umat yang berasal dari berbagai wilayah Paroki Bengkulu hadir dan bersatu dalam syukur.

Pastor Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu, Romo Paulus Sarmono SCJ didampingi Romo Paulus Yosse Pratama SCJ berarak menuju Gereja bersama petugas liturgi.
| Foto: KOMSOS St. Yohanes Penginjil Bengkulu

Dalam perayaan yang menjadi momen bersejarah sekaligus ungkapan syukur atas perjalanan panjang Gereja dalam melayani umat serta berkontribusi bagi kehidupan sosial dan kemasyarakatan ini, Romo Sarmono mengajak seluruh umat untuk merefleksikan nilai-nilai iman yang telah menjadi dasar perjalanan pelayanan Gereja di Bengkulu. Imam dehonian ini menyampaikan bahwa peringatan satu abad tidak hanya menjadi perayaan internal gereja, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran Gereja di tengah masyarakat yang majemuk.

“Melalui peringatan seratus tahun ini, umat diajak untuk terus hidup adil, saling mengasihi sesama, serta memperkuat semangat persaudaraan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Bengkulu. Kita semua harus hidup adil dan saling mengasihi terhadap sesama sehingga semangat toleransi dapat terwujud dan kasih Yesus dapat dirasakan oleh semua orang,” ujar Romo Sarmono.

Pastor Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu, Romo Paulus Sarmono SCJ.
| Foto: KOMSOS St. Yohanes Penginjil Bengkulu

Ia menambahkan bahwa selama 100 tahun terakhir, Gereja telah berupaya hadir tidak hanya dalam kehidupan rohani umat, tetapi juga mengambil peran aktif dalam bidang sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin kompleks, sehingga Gereja dituntut untuk terus menanamkan nilai keadilan, kasih, persaudaraan, serta memperkuat semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Bengkulu. 

Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan 100 Tahun Paroki Santo Yohanes Bengkulu, Valerianus Sujais, mengatakan bahwa selain Perayaan Ekaristi, juga ada beragam kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian syukur ini, di antaranya dari doa lintas iman, bakti sosial, seminar, live in panggilan, hingga kegiatan ekologis berupa penanaman pohon dan pembersihan pantai.

“Peringatan 100 tahun ini kami isi dengan berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat rohani, tetapi juga sosial dan kepedulian terhadap lingkungan,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebelum dilakukan pemekaran paroki, jumlah umat di Paroki Santo Yohanes Bengkulu mencapai sekitar 4.000 orang. Kini, seiring dengan pemekaran dan terbentuknya Paroki Santo Thomas Argamakmur dan Paroki Santo Paulus Pinang Raya, jumlah umat di Paroki Santo Yohanes Bengkulu menjadi 3.005 orang.

Selama satu abad berdiri, Gereja Katolik Santo Yohanes Bengkulu telah berupaya hadir tidak hanya di lingkup intern, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat melalui berbagai kegiatan pendidikan, sosial, dan kemanusiaan.

Penampilan tarian pembuka peringatan 100 Tahun Paroki. (atas)
Atraksi penabuh gong dari anak-anak sekolah. (bawah)
| Foto: KOMSOS St. Yohanes Penginjil Bengkulu

Rangkaian kegiatan pembuka peringatan 100 tahun yang akan berpuncak pada 27 Desember 2026 ini diharapkan menjadi titik awal untuk terus melanjutkan karya pelayanan gereja di masa mendatang. Umat diajak untuk tetap menjaga nilai kebersamaan, keadilan, dan kasih, serta berperan aktif dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan sejahtera di Provinsi Bengkulu.

Romo Paulus Sarmono SCJ didampingi Romo Paulus Yosse Pratama SCJ disambut tarian pembuka. | Foto: KOMSOS St. Yohanes Penginjil Bengkulu

Kini tonggak sejarah telah ditancapkan, dengan semangat Santo Yohanes Penginjil mari melangkah bersama dengan semangat kordialitas, kolaboratif, apresiatif, adaptif, adil berziarah mewujudkan kesejahteraan bersama di Bumi Rafflesia.

**Eduardus Kristiawan (KOMSOS St. Yohanes Penginjil Bengkulu)

Leave a Reply

Your email address will not be published.