Fr. Yohanes Gusti Randa: Hidup Ada Di Tangan Tuhan

Fr. Yohanes Gusti Randa atau yang akrab disapa Fr. Randa, berasal dari Paroki Santa Maria Ratu Rosario Payo Selincah, Jambi. Ia lahir di Jambi, 31 Maret 1997 sebagai anak keempat dari enam bersaudara, putra pasangan Simon Domi (alm) dan Herlina Susanti. Perjalanan panggilannya dimulai dengan cara yang unik; saat SMP, ia mengaku sebagai anak yang cukup “bandel” hingga orang tuanya hampir kehabisan akal. Namun, perjumpaannya dengan Sr. Agata SJD dalam sebuah kegiatan OMK menjadi titik balik hidupnya.

Fr. Yohanes Gusti Randa

Perlahan Sr. Agata membimbing serta mengajaknya untuk melihat dan mengenal sosok dirinya yang nakal. Ia diarahkan untuk mengenal Yesus dengan rutin membaca Kitab Suci. Melalui bimbingan kasih, doa, dan ketekunan membaca Kitab Suci setiap sore, karakter Randa mulai berubah dan akhirnya jatuh cinta pada panggilan menjadi imam.

Ia kemudian mengawali perjalanan panggilannya dengan menempuh pendidikan di Seminari Menengah St. Paulus Palembang hingga memutuskan ingin menjadi calon imam diosesan KAPal. Kesadaran akan luasnya wilayah pelayanan KAPal dan kharisma imam diosesan yang menurutnya dekat dengan umat dan melayani Gereja dengan totalitas menjadi alasan utama pilihannya menjadi imam diosesan. Dari Palembang perjalanan panggilan itu ia lanjutkan dalam pembinaan di Tahun Orientasi Rohani (TOR) St. Markus dan Seminari Tinggi St. Petrus Pematangsiantar serta Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki St. Petrus dan Paulus Baturaja.

Perjalanan menuju tahbisan diakonatnya diuji dengan pengalaman iman yang sangat mendalam. Hanya beberapa hari menjelang tahbisannya, sang ayah, Simon Domi, dipanggil kembali ke hadirat Tuhan. Meski dirundung duka yang luar biasa, Fr. Randa justru semakin diteguhkan bahwa hidup manusia sepenuhnya berada di tangan Tuhan. Ia belajar mempersatukan duka pribadinya dengan salib Kristus, menjadikannya sumber kekuatan untuk melayani umat dengan hati yang lebih peka, rendah hati, dan penuh belas kasih. Ia percaya, Tuhan yang memanggil juga akan setia menyertai dan menguatkannya hingga akhir.

Fr. Randa yang saat ini menjalani masa Pendalaman Pastoral di Kuasi Paroki Santo Yohanes Paulus II Binakarsa terus belajar membawa semangat pelayanan yang tulus bagi Gereja lokal. Dalam menjalani panggilannya, ia memegang teguh motto: “Aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan yang telah dipercayakan-Nya kepadaku” (2 Tim 1:12). Motto ini menjadi bukti penyerahan dirinya yang total, percaya bahwa Tuhan yang telah memanggilnya dari masa lalu yang sulit akan terus menyertai dan menguatkannya hingga akhir hayat.

***Fransiska Panca Sulistyaningsih (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.