Renungan Harian Rabu, 25 Februari 2026

BcE Yun. 3:1-10; Mzm. 51:3-4,12-13,18-19; Luk. 11:29-32; BcO Kel 10:21-11:10.

Tobat sejati membebaskan.

“Bertobat dengan Hati yang Tulus”

Saudara-saudari terkasih, pada masa Prapaskah ini Tuhan kembali menyapa kita melalui Sabda-Nya dan mengundang kita untuk memperbarui hidup melalui pertobatan yang lahir dari hati yang tulus. Dalam bacaan pertama dari Kitab Yunus, kita mendengar kisah tentang kota Niniwe yang terkenal akan kejahatan dan ketidakadilannya. Namun ketika mereka mendengarkan pewartaan Yunus, mereka tidak menunda-nunda, melainkan segera percaya kepada Allah, berpuasa, dan bertobat. Pertobatan mereka bukanlah sekadar penyesalan lahiriah, tetapi perubahan hati yang sungguh-sungguh. Allah melihat kesungguhan mereka berbalik dari tingkah laku jahat, dan Ia pun menunjukkan belas kasih-Nya.

Saudara-saudari terkasih, Injil hari ini menghadirkan peringatan tegas dari Yesus Kristus. Orang-orang pada zaman-Nya menuntut tanda yang spektakuler sebelum mau percaya dan bertobat. Namun Yesus menegaskan bahwa tidak akan diberikan tanda lain selain tanda Yunus. Artinya, panggilan untuk bertobat sebenarnya sudah jelas, tetapi manusia sering menundanya dengan berbagai alasan: menunggu tanda, menunggu waktu yang dianggap tepat, atau menunggu keadaan yang lebih baik. Peringatan ini mengajak kita bertanya dengan jujur: sudahkah kita menanggapi Sabda Tuhan dengan sungguh, ataukah kita masih menunda pertobatan?

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat dan kesempatan berharga bagi kita untuk kembali kepada Tuhan. Ia tidak datang untuk mengancam, melainkan mengundang kita pulang kepada-Nya. Tuhan tidak menuntut kesempurnaan seketika, tetapi mengharapkan langkah-langkah nyata dalam hidup sehari-hari: berani berdamai dengan sesama, meninggalkan kebiasaan buruk yang merusak, lebih setia dalam doa, serta semakin peka terhadap mereka yang kecil, lemah, dan menderita.

Semoga kita tidak menyia-nyiakan masa yang penuh rahmat ini. Marilah kita membuka hati, bertobat dengan tulus, dan memperbarui hidup kita mulai dari hal-hal sederhana. Dengan demikian, Prapaskah sungguh menjadi jalan pembaruan iman dan kasih dalam hidup kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Adven PapahangTingkat V

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.