
Semangat berjalan bersama dan kepedulian terhadap sesama menjadi warna utama dalam pertemuan tahunan Forum Kerjasama Pemimpin Religius-Provinsi Gerejawi Palembang (FKPR-PGP). Sebanyak 46 peserta dari 9 kongregasi, yaitu FCh, SCJ, FSGM, HK, KKS, SJD, SSCC, SSpS, dan BM berkumpul di Rumah Retret Giri Nugraha Palembang, pada 20-22 Februari 2026 untuk memperkuat komitmen pelayanan di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Pertemuan kali ini mengambil tema: “Dengan iman yang teguh, berjalan bersama mewujudkan perdamaian dan keutuhan ciptaan.”
Anggota dari forum ini adalah Kongregasi yang rumah induknya berada di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Kongregasi Suster SSpS dan Bruder BM juga turut hadir karena mereka ambil bagian dalam tugas pelayanan bagian Tim Kerasulan Sosial Kemanusiaan (TKSK) Keuskupan.
Rangkaian Pembuka
Rangkaian acara dibuka dengan penuh khidmat lewat Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuowono didampingi Superior Provinsial SCJ Indonesia sekaligus Ketua FKPR-PGP, Romo Andreas Suparman SCJ dan Romo Pankrasius SSCC. Dalam homilinya, Bapa Uskup mengingatkan bahwa puasa bukan sekedar ritual keagamaan melainkan praksis hidup yang harus berbuah kasih.

“Berpuasa itu seharusnya berani hidup benar, adil dan jujur, mengasihi sesama tanpa pamrih dan tanpa pilih kasih, dan rela berkorban tanpa mengharapkan balasan, hidup rukun bersahabat dengan harmonis dengan semua orang tanpa pandang bulu dan tanpa membeda-bedakan, sehati seperasaan dan senasib sepenanggungan, terutama dengan mereka yang menderita,” tegas Mgr. Yuwono.
Suasana hangat semakin terasa saat Bapa Uskup, Pimpinan Kongregasi dan para peserta disambut dengan tarian khas “Ya Saman” oleh para Suster Novis dan pengalungan selendang sebagai simbol penghormatan oleh Pimpinan Umum Kongregasi FCh, Sr. M. Patricia FCh yang didampingi Sr. M. Stella FCh.
Mimpi Besar
Dalam sesi sharing dan diskusi, ada beberapa poin penting yang menjadi sorotan utama, di antaranya Bapa Uskup mengajak para pemimpin religius mendukung rencana pembentukan Keuskupan Jambi. Impian lama ini didukung oleh luas wilayah, jumlah umat yang besar, serta dukungan positif dari pemerintah setempat.

Selanjutnya, Romo Francis Purwanto SCJ menekankan pentingnya kolaborasi atau sinodalitas antar-tarekat. Beliau mengibaratkan para misionaris seperti “tanaman laos” yang meski muncul berbeda di permukaan, tetap tersambung di akar yang sama.
Imam dehonian ini juga memberi penegasan pada pembinaan (formatio) agar setiap kongregasi memiliki tenaga yang mampu membawa transformasi positif bagi orang lain.
Laporan Kerja dan Keceriaan Bersama
Selain membahas visi besar, tujuh tim kerja juga mempresentasikan keberhasilan program mereka sepanjang tahun lalu, mulai dari bidang pendidikan calon anggota (formatio) hingga Tim Kerasulan Sosial Kemanusiaan (TKSK). Romo Andreas Suparman SCJ, selaku Ketua FKPR-PGP, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim meski harus menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.

Tak melulu serius, acara juga diselingi keceriaan lewat kuis interaktif menggunakan aplikasi Kahoot yang diikuti antusias oleh seluruh peserta.
Menyusuri Sungai Musi
Pertemuan ditutup dengan kegiatan wisata menyusuri Sungai Musi menuju Pulau Kemaro dan makan siang bersama di Rumah Ong Boen Tjiet. Momen kebersamaan ini menjadi penyegar sebelum para peserta kembali ke tempat tugas masing-masing dengan semangat baru untuk mewujudkan perdamaian dan keutuhan ciptaan.


***Sr. M. Ruth FCh (Kontributor Palembang)
