Renungan Harian Selasa, 10 Maret 2026

Dan. 3:25,34-43; Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9; Mat. 18:21-35; BcO Kel. 32:1-6,15-34.

Matematika Tuhan.

Kalkulator Tuhan

Saudara-saudari terkasih, pernahkah kita menghitung berapa kali orang yang sama menyakiti hati kita? Dalam Injil hari ini, Petrus merasa sudah sangat murah hati ketika menawarkan untuk mengampuni sampai tujuh kali. Namun Yesus menjawab, bukan tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali. Artinya, pengampunan tidak punya batas. Di Masa Prapaskah ini kita mungkin rajin menghitung doa dan puasa, tetapi tanpa sadar kita juga rajin menghitung kesalahan orang lain. Yesus mengajak kita berhenti menghitung dan mulai melepaskan.

Perumpamaan tentang hamba yang berhutang besar menggambarkan betapa besar belas kasih Allah kepada kita. Hutang yang tak terbayar itu melambangkan dosa dan kelemahan kita. Sang raja menghapus semuanya. Namun hamba yang telah diampuni itu justru menagih dengan keras hutang kecil dari sesamanya. Ia lupa bahwa dirinya hidup dari belas kasihan. Sikap inilah yang sering tanpa sadar juga kita lakukan.

Karena itu, Prapaskah menjadi waktu yang tepat untuk memeriksa hati. Adakah “hutang kecil” yang masih kita simpan? Adakah seseorang yang sulit kita maafkan? Mari kita belajar menyerahkan luka itu kepada Tuhan. Mengampuni bukan berarti melupakan begitu saja, tetapi memilih untuk tidak lagi membiarkan dendam menguasai hati kita.

Memang tidak mudah untuk mengampuni. Namun ketika kita berani melakukannya, kita sedang meneladani hati Allah sendiri. Dengan mengampuni, kita membebaskan orang lain sekaligus membebaskan diri kita. Di situlah kasih Allah menjadi nyata dalam hidup kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Yohanes Jumadi-Tingkat IV

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.