Pleno II Hari Studi Imam KAPal: Pentingnya Regenerasi agar Gereja Tetap Hidup

Foto: Komsos KAPal

Suasana di ruang pleno Wismalat Podomoro, Banyuasin, tampak hangat pada Selasa (3/3/2026) malam. Dalam pertemuan Hari Studi Imam ini, para peserta diajak melihat kembali kondisi kaderisasi di lingkungan Gereja melalui tema “Dari Devosi Menuju Aksi Pastoral: Paroki Tanggap Bencana dan Kaderisasi demi Gereja yang Berdaya”.

Kegelisahan yang Dihadapi

Dalam paparan yang dihadiri oleh para imam, biarawan-biarawati, serta perwakilan lembaga dan kelompok kategorial, terungkap sejumlah kegelisahan dan keprihatinan serius mengenai masa depan regenerasi. Beberapa kendala utama yang dibahas meliputi  sulitnya menemukan orang yang mau terlibat aktif dengan komitmen jangka panjang. Pembinaan selama ini sering berjalan sendiri-sendiri karena belum adanya tim khusus yang menangani kaderisasi secara teratur. Selain itu, muncul kritik mengenai kurangnya ruang bagi “wajah-wajah baru” lantaran pengurus lama yang terkadang enggan memberikan kesempatan regenerasi, sehingga menciptakan jarak antargenerasi yang semakin lebar.

Foto: Komsos KAPal

Kriteria Kader

Menanggapi tantangan tersebut, Pleno II merumuskan profil kader masa depan yang tidak hanya sekadar pengisi struktur organisasi. Gereja membutuhkan sosok yang militan, profesional, dan misioner serta pribadi yang mampu hadir hingga ke akar rumput bahkan di ruang strategis pemerintahan.

Foto: Komsos KAPal

Strategi Pastoral

Strategi konkret yang diusulkan adalah pembentukan tim kaderisasi di setiap paroki dengan proses berkelanjutan, mulai dari jenjang BIA, Remaja, hingga OMK.

Di akhir sesi, Koordinator Forum DPP Dekanat Palembang, Frans de Sales Billy Jaya menyampaikan pesan yang menggugah bahwa kaderisasi tidak boleh dilakukan setengah hati. Dukungan penuh dari pastor paroki, baik secara moral maupun alokasi anggaran khusus, menjadi syarat mutlak.

“Kalau kita ingin Gereja tetap hidup dan relevan, kita harus berani berinvestasi pada manusianya,” tegasnya.

Kini, bola panas berada di tangan setiap paroki dan dekanat untuk berani melakukan terobosan regenerasi atau perlahan tergerus oleh rutinitas.

Foto: Komsos KAPal

**Diakon Bednadetus Aprilyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published.