Suasana di Aula Gratia, Wismalat Podomoro, Rabu (4/3/2026) petang tampak berbeda dari biasanya. 170 peserta terdiri dari para imam, biarawan, biarawati, dan perwakilan umat Keuskupan Agung Palembang (KAPal) yang berkumpul dalam Pleno III Hari Studi Imam tidak lagi hanya berefleksi atau berdoa, melainkan bergerak menyusun strategi konkret untuk masa depan Gereja.

Pertemuan yang berlangsung pada 3-5 Maret 2026 dengan tema Dari Devosi Menuju Aksi Pastoral: Paroki Tanggap Bencana dan Kaderisasi ini menjadi momen penting untuk mengubah visi besar menjadi langkah nyata.
Membangun Manusia
Dalam diskusi yang dinamis, para peserta sepakat bahwa kekuatan Gereja terletak pada manusianya. Beberapa poin penting dalam program kaderisasi yang disepakati antara lain memperkuat pelatihan berkelanjutan bagi para guru Katolik sebagai ujung tombak pembinaan iman, menegaskan kembali gerakan Ayo Sekolah Ayo Kuliah (ASAK), dan memperluas jangkauan cakupan kaderisasi hingga ke kalangan ASN, TNI-Polri, serta pegawai lainnya agar nilai-nilai Gereja hadir di ruang publik.
Gereja yang Sigap
Terkait isu kebencanaan, para peserta menekankan bahwa solidaritas tidak boleh hanya muncul saat bencana terjadi. Oleh karena itu, langkah konkret yang diambil adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Bencana di setiap paroki, serta membangun ketangguhan umat melalui simulasi dan sosialisasi rutin yang terarah agar kesiapsiagaan menjadi budaya hidup, bukan sekedar struktur formal. Ketika bencana datang, Gereja tidak gagap, tetapi sigap.


Agar semua rencana ini tidak hanya menjadi dokumen di atas kertas, setiap dekanat mulai menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang realistis. Keuskupan pun berkomitmen memberikan dukungan penuh, mulai dari pendanaan, standarisasi modul, hingga bantuan tenaga ahli.
Pleno III ini menjadi pernyataan tegas para imam dan seluruh umat KAPal bahwa Gereja harus bergerak dari devosi menuju aksi nyata. Di Wismalat Podomoro, komitmen tersebut mulai dijahit rapi demi mewujudkan Gereja yang tidak hanya berdoa, tetapi juga bekerja nyata bagi sesama.
**Diakon Bednadetus Aprilyanto
