
Menjelang perayaan Paskah 2026, kepedulian nyata ditunjukkan oleh umat Paroki Santo Fransiskus de Sales (Sanfrades) Palembang. Pada Minggu (15/3), mereka mengunjungi warga Sungai Kundur, Mariana, Banyuasin, untuk menyalurkan bantuan bibit pertanian hingga perlengkapan sanitasi sebagai bentuk solidaritas kepada sesama.

Kegiatan bakti sosial ini menyasar masyarakat setempat, dengan perhatian khusus bagi warga yang pernah berjuang melawan penyakit kusta. Bukan sekadar bantuan formal, Paroki Sanfrades memberikan barang-barang yang sangat dibutuhkan warga untuk produktivitas dan kesehatan sehari-hari, mulai dari benih padi, benih jagung, hingga paket sabun lengkap terdiri dari sabun mandi, sabun cuci piring, dan sabun cuci pakaian.

Perwakilan Panitia Paskah, Stefanus Tri Utama, menyampaikan bahwa aksi ini adalah wujud nyata persiapan batin menyambut Paskah. Menurutnya, esensi Paskah bukan hanya berhenti pada perayaan liturgi, tetapi harus berbuah melalui tindakan konkret, termasuk yang melampaui sekat perbedaan keyakinan.
“Semangat Paskah itu peduli pada sesama. Kami berharap benih padi dan jagung ini bermanfaat, apalagi warga akan segera turun ke sawah. Semoga ini bisa membantu ketahanan pangan mereka,” ujar Stefanus.

Suasana semakin meriah ketika Budi Waluyo, yang juga mewakili panitia, menantang kreativitas warga melalui perlombaan bercocok tanam. Warga diajak berkompetisi menanam jagung terbaik di pekarangan rumah masing-masing, dengan tawaran hadiah menarik berupa perhiasan cincin dan kalung bagi pemenangnya.

Kegiatan ini disambut hangat dan penuh sukacita oleh warga Sungai Kundur. Melalui aksi ini, Paroki Sanfrades berharap pesan kasih dan persaudaraan Paskah tidak hanya berhenti di dalam gereja, tetapi dalam semangat solidaritas benar-benar menyentuh dan menguatkan mereka yang membutuhkan serta terpinggirkan.
***Fr. Simeon Sanjaya SCJ (Kontributor Palembang)
