
Suasana khidmat dan penuh iman menyelimuti Gereja Katolik Stasi Santa Maria Batumarta Unit 2 saat digelarnya Perayaan Ekaristi yang dirangkai dengan Pelantikan Prodiakon Paroki Sang Penebus Batuputih periode 2026–2029. Dalam momen pengutusan ini, para pelayan umat diingatkan untuk selalu bersandar pada kuasa Tuhan, bukan pada kemampuan pribadi semata.
Pelayanan adalah Penyerahan Total
Perayaan yang digelar pada Kamis (19/3/2026) siang ini, dipimpin langsung oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Kristanto, didampingi oleh Pastor Paroki Romo Silvester Joko Susanto dan Romo Albertri Danier.
Dalam homilinya, Romo Kristianto menekankan bahwa spiritualitas seorang pelayan harus berakar dari rahmat baptisan. Ia menegaskan bahwa pelayanan bukanlah soal kehebatan diri, melainkan kesediaan untuk dipakai oleh Tuhan dengan sikap penyerahan total.

Meneladani Kesetiaan Santo Yosef
Lebih lanjut, Romo Kristianto juga mengajak para prodiakon baru untuk meneladani sosok Santo Yosef yang setia, taat, dan lebih banyak bekerja nyata daripada bicara. Imam yang pernah berkarya di Paroki Baturaja ini juga mengingatkan pentingnya berjalan bersama sebagai satu tubuh Gereja dalam menghadapi tantangan pelayanan, sehingga tidak ada pelayan yang merasa berjuang sendirian.
Fokus pada Program Prioritas
Selain urusan liturgi, Romo Kristianto juga menyoroti tanggung jawab iman para pelayan dalam isu-isu terkini yang menjadi prioritas Keuskupan, yaitu pastoral kaderisasi, pastoral ekologi, pastoral tindak pidana perdagangan orang, dan pastoral digital. Mereka diajak untuk bijak menggunakan media sosial dan menjadikannya sebagai sarana pewartaan iman, waspada terhadap praktik perdagangan orang, dan membangun kesadaran untuk merawat lingkungan sebagai rumah bersama.

Momentum Pengutusan
Perayaan ini dihadiri oleh umat se-wilayah Batumarta dan keluarga para prodiakon sebagai bentuk dukungan nyata. Dengan pelantikan ini, para prodiakon diharapkan menjadi pribadi yang rendah hati dan berani hadir di tengah umat. Seluruh umat Paroki Sang Penebus Batu Putih pun diajak untuk terlibat aktif membangun Gereja yang hidup, peduli, dan menjadi terang bagi masyarakat sekitar.

***Fr. Jonatan Galih (Kontributor Batuputih)
