
Sesudah doa Regina Caeli, Pope Leo XIV kembali mengingatkan dunia akan tanggung jawab kemanusiaan di tengah berbagai konflik yang masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa setiap orang, berdasarkan hati nurani dan hukum internasional, memiliki kewajiban moral untuk melindungi warga sipil dari dampak mengerikan perang.
Berbicara di Lapangan Santo Petrus pada 12 April, Paus menaruh perhatian khusus pada penderitaan akibat perang, terutama yang masih berlangsung di Ukraine. Ia mengajak seluruh komunitas internasional agar tidak lengah, tetapi terus memberi perhatian dan harapan bagi perdamaian. Dalam terang kebangkitan Kristus, ia berharap agar hati yang terluka dikuatkan dan harapan akan damai tetap menyala.
Perhatian Paus juga tertuju pada kawasan Timur Tengah, khususnya Lebanon. Ia menggambarkan situasi di sana sebagai masa yang dipenuhi duka dan ketakutan, namun tetap disertai harapan yang teguh kepada Allah. Dalam situasi tersebut, ia mendesak semua pihak yang terlibat konflik untuk segera menghentikan kekerasan dan mencari jalan damai melalui dialog.
Lebih jauh, Paus mengajak dunia untuk tidak melupakan penderitaan rakyat Sudan, yang telah mengalami konflik berdarah selama tiga tahun terakhir. Ia menyoroti begitu banyaknya korban tak bersalah yang menjadi korban tragedi kemanusiaan ini. Dengan penuh keprihatinan, Paus kembali menyerukan agar pihak-pihak yang bertikai meletakkan senjata dan memulai dialog tulus tanpa syarat demi mengakhiri perang saudara tersebut secepat mungkin.
Menutup pesannya, Paus memohon doa dari umat beriman untuk perjalanan apostoliknya yang akan dimulai pada 13 April ke beberapa negara di Afrika, yakni Algeria, Cameroon, Angola, dan Equatorial Guinea. Ia berharap perjalanan ini menjadi tanda harapan, persatuan, dan damai bagi Gereja serta masyarakat di sana.
**Edoardo Giribaldi
Diterjemahkan dan disadur kembali oleh Diakon Bednadetus Aprilyanto dari https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2026-04/pope-we-have-moral-obligation-to-protect-civilians-from-war.html
