
Pada perayaan Minggu Kerahiman Ilahi, Pope Leo XIV menegaskan bahwa Ekaristi merupakan sumber utama yang menopang dan menghidupi iman umat Kristiani.
Dalam sapaan Regina Caeli di Lapangan Santo Petrus pada Minggu, 12 April, Paus merefleksikan Injil Minggu Paskah II, yang juga dikenal sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Ia menyoroti kisah Thomas the Apostle yang berjumpa dengan Kristus yang bangkit delapan hari setelah Paskah. Pertemuan itu terjadi dalam kebersamaan komunitas, yang menunjukkan bahwa di sanalah umat beriman dipanggil untuk mencari dan mengalami kehadiran Kristus.
Paus mengajak umat untuk merenungkan pengalaman pribadi: di mana kita menemukan Yesus yang bangkit, bagaimana kita mengenali-Nya, dan bagaimana kita percaya kepada-Nya. Ia menegaskan bahwa iman tidak selalu hadir dengan mudah. Seperti Tomas yang mengalami keraguan, demikian pula kita. Karena itu, iman perlu terus dipupuk dan diteguhkan.
Gereja, lanjut Paus, mengundang umat untuk berkumpul setiap hari Minggu—yang disebut sebagai “hari kedelapan”—untuk merayakan Ekaristi. Dalam perayaan ini, umat mendengarkan sabda Tuhan, berdoa, dan mengungkapkan iman. Tubuh dan Darah Kristus menjadi santapan rohani yang menguatkan, sehingga umat mampu menjadi saksi kebangkitan-Nya.
Dengan tegas Paus menekankan bahwa partisipasi dalam Misa Minggu bukanlah pilihan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar: Ekaristi hari Minggu adalah sesuatu yang tak tergantikan bagi kehidupan Kristiani.
Ia juga mengangkat teladan Martyrs of Abitene, yang lebih memilih mati daripada meninggalkan perayaan Ekaristi. Bagi mereka, hidup tanpa merayakan Hari Tuhan adalah sesuatu yang tidak mungkin.
Lebih jauh, Paus menjelaskan bahwa dalam Ekaristi iman umat dipersatukan dan diteguhkan. Di sana, usaha manusia yang terbatas dipersatukan dengan rahmat Allah untuk mengambil bagian dalam rencana keselamatan yang mencakup seluruh umat manusia.
Paus juga menyoroti dimensi misioner dari Misa. Kata “Misa” sendiri berarti “perutusan”. Karena itu, umat Kristiani dipanggil untuk membawa rahmat yang mereka terima ke dalam kehidupan sehari-hari, menjadi saksi kasih dan pembawa perdamaian.
Menutup pesannya, Paus menegaskan bahwa di tengah dunia yang sangat membutuhkan damai, umat beriman dipanggil untuk semakin setia dalam perjumpaan Ekaristi dengan Kristus yang bangkit.
**Vatican News
Diterjemahkan dan disadur kembali oleh Diakon Bednadetus Aprilyanto dari https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2026-04/pope-sunday-eucharist-indispensable-for-christian-life.html
