
Keuskupan Agung Palembang (KAPal) berkolaborasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar aksi donor darah bertajuk “Sedekah Darah untuk Kemanusiaan”. Kegiatan ini berlangsung di Kantor PWNU Sumsel, Jalan Mayor Salim Batubara Lorong Nurul Huda No. 1988, Sekip Jaya, Kamis (30/4), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Selain donor darah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Aksi sosial ini digelar dalam rangka memperingati satu tahun haul almarhum KH. Mal’an Abdullah, yang pernah menjabat sebagai Ketua PWNU Sumsel periode 2006–2011.

Hadir dalam kegiatan tersebut Vikaris Jenderal KAPal, Romo Yohanes Kristanto, bersama para imam, biarawan-biarawati, serta Pembimas Katolik Sumatera Selatan, Leo Sutrisno, dan tim.
Dalam sambutannya, Romo Yohanes Kristanto menekankan pentingnya kolaborasi lintas agama di tengah situasi saat ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi momentum yang sangat indah dan bermakna.
“Situasi sekarang sangat membutuhkan kolaborasi lintas agama dan budaya seperti ini. Ini adalah sesuatu yang sangat indah dan patut kita apresiasi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan donor darah bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap sesama manusia tanpa memandang perbedaan latar belakang.
“Kalau kita berbicara tentang kemanusiaan, sekat-sekat agama dan budaya menjadi tidak terlihat. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama sebagai ciptaan Tuhan untuk saling peduli dan membantu,” jelasnya.

Mengutip Injil Matius, Romo Kris menegaskan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan kepada sesama, terlebih kepada mereka yang paling membutuhkan, merupakan bentuk pengabdian kepada Tuhan.
“Segala sesuatu yang kamu lakukan bagi saudara-Ku yang paling lemah, berarti kamu melakukannya untuk Aku. Prinsip inilah yang kami pegang dalam setiap kegiatan sosial,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI), Erly Yani, berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut secara rutin.

“Mudah-mudahan kolaborasi lintas agama seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tiga bulan dengan tema yang berbeda,” ungkapnya.
Erly menilai, kegiatan ini menjadi simbol kuat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di Sumatera Selatan. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, aksi ini juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.
“Ini adalah wujud nilai luhur kemanusiaan yang sejalan dengan semangat Palang Merah Indonesia,” pungkasnya.
***Yuyuani Daro
