PW Para Malaikat Pelindung
Malaikat Pelindung

Saudara-saudari Sahabat Sonora/Komsos yang terkasih, ada suatu film yang menarik bagi saya ketika merenungkan bacaan Injil hari ini. Film animasi kanak-kanak berdasar cerita rakyat Eropa yang menjelaskan arti penting dari kesetiaan sosok pelindung. Dalam nuansa natalnya, film ini menceritakan tentang karakter fiktif bernama Jack Frost yang menjadi pelindung bagi anak-anak ketika bermain salju. Namun ini menjadi pergulatannya ketika ia menyadari telah 300 tahun ia menjaga anak-anak tetapi tak ada seorangpun yang mengenalnya bahkan melihatnya secara nyata. Padahal ada juga penjaga lainnya seperti Santa Claus (karakter khas Natal), Easter Bunny (karakter khas Paskah) selalu mendapat kiriman surat dari anak-anak yang mengenal mereka.
Pergulatan Jack ialah ketika ia sadar tentang tugas yang ia lakukan selama ini tidak pernah dianggap. Pada akhirnya, seorang anak kecil menghampirinya. Anak itu dapat melihat Jack, dan dari situ Jack mendapatkan identitasnya kembali, yaitu sebagai pelindung anak-anak. Ternyata tugas ia menjaga bukan karena supaya ia dilihat, tetapi kesetiaan tugas itu menjadikan ia dilihat.
Injil hari ini menceritakan tentang para murid yang mempertanyakan siapa yang terbesar diantara mereka. Tetapi Yesus menempatkan seorang anak kecil di tengah mereka, lalu Ia berkata: “sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Kita selayaknya tahu tentang karakter khas yang muncul pada anak kecil. Dari situ munculnya sikap rendah diri di hadapan Allah serta percaya pada-Nya.
Saudara-saudari, seperti anak kecil yang merendahkan diri dihadapan Allah, tugas malaikat pelindung kita pun juga begitu, membimbing kita untuk selalu ingat kepada Allah, percaya kepada-Nya dan berserah didalam tangan-Nya. Tugas mereka bukan membuat kita kagum padanya, melainkan supaya kita ingat lagi kepada Bapa yang tidak pernah berhenti memandang kita. Pesta Malaikat Pelindung yang kita rayakan hari ini, membawa kita pada pemahaman bahwa malaikat pelindung menjadi tanda bahwa Allah setia menemani kita. Seperti Jack Frost yang menjaga dalam diam. Itulah kasih Allah yang sederhana: Ia tidak membiarkan satu pun anak-Nya berjalan sendirian tanpa penjaga. Maka selayaknya kita juga ingat akan malaikat pelindung yang Allah berikan untuk membimbing kita setiap hari. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Ignatius Agil Prasetio Tingkat 1
