Semangat Yubileum Santo Fransiskus: Tim Devosional KAPal Gelar Seminar Ajak Umat Hidupi Semangat Persaudaraan

Foto: Kongregasi FCh

PALEMBANG — Dalam rangka merayakan Yubileum 800 Tahun Wafatnya Santo Fransiskus Assisi, Tim Devosional Keuskupan Agung Palembang (KAPal) menggelar seminar bertajuk “Spiritualitas Santo Fransiskus Di Tengah Gereja Masa Kini”. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Assisi, Charitas Hospital Palembang, pada Minggu (4/10/2026) ini menghadirkan Romo Thomas Ferry Suharto OFM sebagai narasumber utama.

Seminar yang dihadiri oleh Vikaris Jenderal KAPal, Romo Yohanes Kristianto, ini diikuti sekitar 200 peserta, terdiri dari para imam Dekanat Palembang, biarawan-biarawati, perwakilan Kelompok Devosional, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), serta elemen umat Katolik lainnya.

Ketua Tim Devosional KAPal sekaligus Ketua Tim Yubileum St. Fransiskus Dekanat Palembang, Romo Petrus Sukino, menjelaskan bahwa Bapa Suci telah menetapkan kurun waktu 10 Januari 2026 hingga 10 Januari 2027 sebagai Tahun Yubileum Khusus Santo Fransiskus.

“Dalam rangka tahun Yubileum khusus inilah kita berkumpul untuk mendengarkan sharing dan masukan dari Romo Ferry. Harapannya, ini menjadi penyemangat dan inspirasi dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari lewat teladan Bapa Fransiskus,” ujar Romo Petrus Sukino dalam sambutannya.

Foto: Kongregasi FCh

Selanjutnya, dalam paparannya, Romo Ferry menjelaskan makna historis dan spiritual dari Yubileum ini. Ia menjelaskan bahwa Penetapan Tahun Yubileum Khusus oleh Paus Leo pada 10 Januari 2026 merupakan kelanjutan spiritual dari Yubileum Biasa Gereja Katolik ke-28 yang baru saja ditutup pada Epiphani, 6 Januari 2026.

Melalui dekret Penitensiaria Apostolik, Gereja menganugerahkan indulgensi penuh bagi Keluarga Fransiskan dan seluruh umat beriman selama masa Yubileum ini. Indulgensi penuh, yakni penghapusan hukuman atas dosa dapat diperoleh dengan memenuhi syarat-syarat lazim: melalukan ziarah ke tempat yang ditentukan, melaksanakan ritus Yubileum, mengaku dosa, menerima komuni, mendoakan intensi Bapa Suci, serta melakukan karya belas kasih.

Foto: Kongregasi FCh

Lebih lanjut, Romo Ferry menguraikan bahwa Yubileum Santo Fransiskus merupakan puncak dari rangkaian Centenario Francescano (delapan abad peristiwa-peristiwa penting hidup Santo Fransiskus dari tahun 1181 hingga 1226). Rangkaian peringatan ini telah dimulai sejak 2023 di Fonte Colombo (peringatan Anggaran Dasar dan Kandang Natal Greccio), berlanjut pada 2024 (800 Tahun Stigmata), tahun 2025 (Kidung Gita Sang Surya), hingga puncaknya pada 3–4 Oktober 2026 melalui peringatan Transitus dan Paskah Fransiskus.

Dengan mengusung tema “Francis, Man of Peace, Brother of All” (Fransiskus Manusia Damai, Saudara Bagi Semua), pencerahan spiritual ini mengajak umat untuk meneladani pertobatan dan kasih nyata Santo Fransiskus.

“Santo Fransiskus tidak hanya berbicara tentang damai, tetapi menghidupinya dengan mengampuni, mendekati yang miskin, serta memandang seluruh ciptaan sebagai saudara. Kehadirannya selalu membawa keteduhan, persaudaraan, dan harapan di tengah dunia yang penuh konflik,” ungkap Romo Ferry.

Foto: Kongregasi FCh

Pusat perayaan Yubileum ini secara global terpusat di Basilika Santa Maria Degli Angeli di Portiuncula, Assisi, tempat Santo Fransiskus wafat dikelilingi para saudaranya. Uniknya, gereja kecil Portiuncula yang pernah direnovasi sendiri oleh Santo Fransiskus kini berada tepat di dalam bangunan besar Basilika dan menjadi sarana utama bagi umat yang ingin menerima rahmat Yubileum.

Selain menyimak pemaparan materi, para peserta yang hadir di Ballroom Assisi Charitas Hospital Palembang juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berdialog aktif dalam sesi tanya jawab hingga akhir acara.

***B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)

Leave a Reply

Your email address will not be published.