
PALEMBANG — Dalam rangka mematangkan persiapan penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026, jajaran Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Sumsel melakukan audiensi dengan Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Pertemuan penuh kehangatan tersebut berlangsung di Wisma Pastor Bonus, Keuskupan Agung Palembang (KAPal), Senin (5/10/2026) petang.
Audiensi dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua LP3KD Sumsel, P. Harmadi, didampingi Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Leonardus Sutrisno. Turut hadir dalam rombongan LP3KD Sumsel pengurus daerah lainnya, antara lain Aryo Mahir, Alfonsus Supardi, dan Andreas Daris. Sementara Uskup didampingi Vikaris Jenderal (Vikjen) KAPal, Romo Yohanes Kristianto, serta Ketua Komisi Kateketik, Kitab Suci, dan Liturgi, Romo Agustinus Giman.
Dalam pertemuan tersebut, P. Harmadi, melaporkan perkembangan persiapan teknis maupun non-teknis menjelang pelaksanaan ajang seni dan pemahaman iman terbesar bagi umat Katolik di Sumatera Selatan ini.
“Pesparani II Sumsel tahun 2026 direncanakan akan dipusatkan di Komplek SMA Kusuma Bangsa Palembang. Ajang ini diperkirakan akan menyedot perhatian dan partisipasi sekitar 1.000 peserta, pendamping, dan panitia yang berasal dari utusan 9 kontingen kabupaten/kota se-Sumatera Selatan,” ungkap Harmadi.
Harmadi menambahkan, Pesparani II Sumsel 2026 akan mempertandingkan berbagai cabang lomba yang menguji kedalaman pemahaman iman serta seni suara gerejani. Kategori lomba yang disiapkan meliputi: Cabang Kitab Suci & Pengetahuan Agama: Lomba Bertutur Kitab Suci, Lomba Cerdas Cermat Rohani Anak, dan Lomba Cerdas Cermat Rohani Remaja; Cabang Mazmur: Lomba Mazmur Anak, Lomba Mazmur Remaja, Lomba Mazmur Orang Muda Katolik (OMK), dan Lomba Mazmur Dewasa; dan Cabang Paduan Suara: Paduan Suara Anak, Paduan Suara Remaja Gregorian, Paduan Suara OMK Campuran, Paduan Suara Dewasa Pria Gregorian, Paduan Suara Dewasa Wanita, Paduan Suara Dewasa Campuran, serta Paduan Suara OMK Etnik.
Penyelenggaraan Pesparani II tingkat provinsi ini memiliki standar kualitas yang tinggi, mengingat rekam jejak prestasi kontingen Sumatera Selatan di tingkat nasional yang amat membanggakan. Pada ajang Pesparani Nasional III sebelumnya, kontingen Sumsel berhasil menembus posisi 5 besar nasional dengan raihan yang membanggakan, berupa 10 medali emas (Gold) dan 4 medali perak (Silver).
Sementara itu, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Sumsel, Leonardus Sutrisno, menegaskan bahwa Pesparani II Sumsel menjadi ajang seleksi daerah (talents scouting) yang sangat penting. Melalui ajang ini, para talenta terbaik akan dijaring dan dibina secara intensif untuk mewakili Sumsel dalam ajang Pesparani Nasional IV yang dijadwalkan berlangsung di Sulawesi Utara pada tahun 2027 mendatang.
“Pesparani bukan sekadar kompetisi musik liturgi, melainkan sarana efektif pembinaan iman, peningkatan persatuan, serta kerja sama internal umat Katolik maupun interaksi positif dengan masyarakat luas. Kegiatan ini selaras dengan visi besar kita, yaitu ‘Terwujudnya Seni Budaya Gerejani yang Hidup dalam Kehidupan Menggereja, Bermasyarakat, dan Bernegara’,” jelas Leo Sutrisno.
Leo menambahkan, ajang ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran beragama serta memperkokoh nilai-nilai keimanan dan ketakwaan umat Katolik kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Menanggapi laporan tersebut, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras pengurus LP3KD Sumsel dan dukungan dari Kementerian Agama. Dalam penggembalaannya, Mgr. Yohanes memberikan pesan rohani mendalam bertajuk “Pengharapan yang Tidak Mengecewakan”.
Mgr. Yohanes berpesan agar seluruh panitia, peserta, dan umat memelihara iman yang teguh serta menatap masa depan dengan gairah dan semangat sukacita. “Setiap orang beriman tidak boleh mudah putus asa ataupun kehilangan semangat, apa pun tantangan dan situasi yang dihadapi,” tutur Uskup.

Uskup juga mengingatkan agar seluruh rencana dan persiapan teknis di Sekolah Kusuma Bangsa Palembang dilakukan secara matang, terencana, dan transparan. Dengan koordinasi yang solid dan persiapan yang terukur, Uskup Agung meyakini puncak perayaan Pesparani II Sumsel kelak akan menjadi wujud nyata dari pengharapan yang tidak mengecewakan, yang senantiasa disertai oleh rahmat dan pendampingan Tuhan.
***Andreas Daris Awalistyo (Kontributor Palembang)
