BANYUASIN — Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, mengajak ratusan remaja dan anak-anak misioner untuk senantiasa hidup jujur, berani membela kebenaran, serta tekun mendengarkan nasihat orang tua dan sabda Allah. Pesan tersebut disampaikan dalam homilinya saat memimpin Perayaan Ekaristi Peringatan 100 Tahun Hari Minggu Misi Sedunia di Gua Maria Mater Misericordiae Sukomoro, Banyuasin, Sabtu (17/10/2026) pagi.

Perayaan yang mengusung tema “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi” (One in Christ, United in Mission) ini berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Sebanyak 350 peserta hadir memenuhi pelataran Gua Maria, terdiri dari remaja perwakilan paroki se-Dekanat Palembang, anggota Teens School of Mission (TSOM), serta para animator dan animatris misioner.
Sejumlah imam hadir mendampingi sebagai konselebran, antara lain Direktur Diosesan Komisi Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Agung Palembang Romo Florentinus Suryanto SCJ, Moderator Komisi Kerasulan Awam, Romo Agustinus Riyanto SCJ, Ketua Komisi Pendidikan, Romo Gading Johanes Sianipar, dan Moderator Devosional, Romo Petrus Sukino.

Dalam khotbahnya, Mgr. Harun menekankan bahwa kejujuran adalah teladan utama yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Ia mengisahkan sebuah cerita inspiratif tentang keteguhan seorang anak kecil yang jujur hingga mampu meluluhkan hati kawan perampok dan membawa mereka pada pertobatan.
“Jika kita terbiasa mendengarkan dan melaksanakan nasihat baik dari orang tua, maka kita juga akan dengan mudah mendengarkan dan melakukan Sabda Allah,” tutur Mgr. Harun.
Selain itu, Uskup juga mengingatkan bahwa Allah mampu memilih dan memakai siapa saja untuk menjadi pelayan-Nya, tanpa memandang latar belakang maupun kekurangan seseorang. Ia meminta anak-anak muda tidak ragu atau merasa tidak layak ketika mendapatkan panggilan atau tugas dari gereja maupun orang tua.

“Allah Mahakuasa dan bisa memilih siapa pun. Bahkan orang yang merasa kurang rajin berdoa atau tidak pintar di sekolah pun bisa dipakai oleh Allah jika Ia menghendakinya. Yang terpenting adalah kita mau hidup jujur, adil, teguh dalam iman, dan tidak mencari muka,” tegasnya.

Mengakhiri homilinya, Mgr. Harun mengajak seluruh peserta untuk mendoakan saudara-saudari seiman di berbagai belahan dunia yang sedang mengalami kesusahan atau persekusi, sekaligus meneladani semangat para martir yang berani mempertahankan iman dan kejujuran di atas segalanya.
***TJK
