“Kelahiran selalu menarik. Selalu mengundang siapapun, karena ada hidup baru. Kesempatan ini adalah kesempatan baik, karena ini pertama kali Monseigneur lahir di tengah-tengah kami,” kata Mgr. Sudarso SCJ kepada Mgr. Yohanes Harun Yuwono, mewakili seluruh umat, biarawan-biarawati, dan imam Keuskupan Agung Palembang.

Benar kata Mgr. Sudarso. Ini kali pertama Mgr. Yu, sapaan akrab Mgr. Yohanes Harun Yuwono, merayakan ulang tahunnya sebagai gembala di Keuskupan Agung Palembang. Mengawali lembaran baru usia ke-58, Uskup Emeritus Sudarso memberikan beberapa pesan.

“Kami mengucapkan syukur atas pelayanan Monseigneur yang ditunjuk bapak suci untuk menggembalakan kami. Usia 58, hampir puncak tengah umur, karena puncak tengah umur itu 60 tahun. Ini harus dihadapi, karena saya pernah 58 tahun, bukan sombong, tapi pernah,” kata uskup emeritus yang disambung tawa puluhan umat yang hadir siang itu.
Di usia ke-58, lanjut uskup emeritus, hadir banyak tantangan, juga peluang dan kesempatan yang menyertainya.

“Banyak hal harus dilanjutkan, karena pastoral tidak berhenti. Tantangan baru selalu datang. Kita sudah naik, tapi seolah sekarang turun gunung, karena kesulitan yang kita hadapi. Itulah pastoral yang harus dihadapi di tengah-tengah hidup,” kata Mgr. Sudarso.
Dia memberikan semangat kepada Mgr. Yu agar selalu bahagia.

“Kami berdoa semoga Bapak Uskup selalu sehat dan bersemangat. Kita mau berjalan bersama, berziarah. Pada hari ini, selamat datang dalam kelahiran baru. Kami semua, umat biarawan-biarawati, imam, mendukungmu. Profisiat, selamat berbahagia dan Tuhan memberkati,” katanya.
Perayaan syukur berlangsung di Pastor Bonus Keuskupan Agung Palembang, Senin (04/7) siang. Acara dimulai dengan ibadat siang dan diakhiri ramah tamah makan siang bersama. Tak terkecuali umat, biarawan-biarawati, dan para imam yang berbahagia, Mgr. Yu pun mengungkapkan kebahagiaannya.

“Delapan tahun yang lalu, saya dikatakan terkena serangan jantung, walau saya merasa itu hanya masuk angin,” ceritanya disambung tawa umat.
“Dokter mengatakan harus diambil tindakan dipasang ring. Setelah itu sama saja,” katanya.
Saat dijemput pulang, Mgr. Yu ditanya apakah kuat dalam perjalanan? Dia menjawab,
“Saya masih akan sehat sepuluh tahun lagi. Sekarang masih sisa 2 tahun. Tapi saya tidak peduli hidup berapa tahun, tapi setiap hari saya ingin bahagia dalam pelayanan. Kendati hari ini 58 besok 58 plus dan seterusnya, semoga saya lebih baik,” harapnya.
Mgr. Yu juga berharap agar kebahagiaannya terutama juga menjadi kebahagiaan seluruh umat yang dilayaninya.
“Karena sebetulnya kalau Anda berbahagia, saya pasti akan berumur panjang,” katanya. **
Kristiana Rinawati
