Perkuat “Gereja Rumah Tangga”, Paroki St. Stefanus Palembang Gelar Rekoleksi Keluarga

BANYUASIN — Sebagai “oase rohani” di penghujung tahun pelayanan, Paroki St. Stefanus Palembang berkolaborasi dengan Komisi Keluarga Keuskupan Agung Palembang (KAPal) sukses menyelenggarakan Rekoleksi Pasangan Suami-Istri (Pasutri) Katolik. Kegiatan yang bertujuan memperkuat peran keluarga sebagai Ecclesia domestica (Gereja Rumah Tangga) ini diikuti oleh sekitar 100 pasangan keluarga pengurus atau total 200 peserta dari Paroki St. Stefanus Palembang.

Foto: Komsos Paroki St. Stefanus

Acara yang berlangsung penuh kehangatan di Wismalat Podomoro, Banyuasin, pada Minggu (1/11/2026) ini menjadi momen istimewa. Mengingat tahun depan akan memasuki periode kepengurusan baru, rekoleksi ini dihadirkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyegaran rohani bagi para pengurus gereja dari 12 lingkungan dan 5 stasi.

Oase Rohani dan Apresiasi Pemerintah

Pastor Paroki St. Stefanus, Romo Willybrordus Agus Purwanto O.Carm, menyampaikan bahwa para pengurus gereja, mulai dari DPP, Stasi, Lingkungan, hingga Prodiakon adalah ujung tombak pelayanan yang perlu terus diperbarui semangatnya.

Foto: Komsos Paroki St. Stefanus

“Di penghujung tahun pelayanan ini, rekoleksi adalah sebuah hadiah sekaligus oase rohani. Kami mengajak seluruh keluarga untuk sejenak melepaskan diri dari hiruk-pikuk dan masuk dalam Ecclesia domestica,” ujar Romo Willy.

Imam yang pernah berkarya di Keuskupan Agung Medan ini juga menyampaikan kerinduannya yang mendalam agar seluruh keluarga pengurus, mulai dari DPP, Stasi, Lingkungan, hingga Prodiakon dapat segar kembali dalam iman, harapan, dan kasih.

“Harapannya Gereja kita juga semakin segar, semakin beriman tangguh, dan penuh kasih. Berakar dalam iman dan devosi yang tangguh, keluarga pengurus gereja siap sedia melayani umat dengan penuh kasih dan militan, sesuai dengan tema rekoleksi hari ini,” tambahnya.

Dukungan nyata terhadap pembinaan keluarga Katolik juga datang dari pemerintah. Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Leonardus Sutrisno, memberikan apresiasi tinggi karena Gereja Katolik dinilai sangat serius dalam merawat keutuhan keluarga. Ia bahkan menyebutkan bahwa modul Kursus Persiapan Perkawinan (Kuperper) Gereja Katolik telah menjadi percontohan nasional oleh Kementerian Agama.

Foto: Komsos Paroki St. Stefanus

“Pemerintah selalu mendukung pembinaan keluarga. Katolik sangat serius dalam mempersiapkan keluarga. Program Kursus Persiapan Perkawinan (Kuperper) kita bahkan dicontoh oleh Kementerian Agama dan dijadikan modul nasional. Katolik adalah pelopor dan ini diapresiasi oleh Kementerian Agama,” ujar Leonardus.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan umat untuk bijak menghadapi tantangan zaman modern, termasuk godaan media sosial. “Ketika ada godaan zaman atau masalah apa pun, kembalilah pada Salib Kristus. Penderitaan kita dijalani dengan pengharapan, iman, dan kasih. Seperti Jumat Agung, nanti pasti akan ada Paskah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, disampaikan pula kabar baik terkait alokasi dana bantuan sosial. KAPal menerima Alokasi Bantuan Tugas (ABT) sebesar Rp. 200 juta, di mana Rp. 50 juta di antaranya dialokasikan khusus untuk mendukung pelaksanaan rekoleksi ini.

Belajar dari Keluarga Nazareth

Memasuki sesi rekoleksi, Ketua Komisi Keluarga KAPal, Romo Andreas Nugroho SCJ, hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya ia mengingatkan bahwa tujuan utama rekoleksi bukanlah mencari keluarga yang sempurna, melainkan keluarga yang mau terus bertumbuh bersama.

Foto: Komsos Paroki St. Stefanus

Romo Nugroho yang hadir bersama Tim Komisi Keluarga KAPal ini juga menggarisbawahi bahwa dalam bahtera rumah tangga, persoalan pasti akan selalu muncul. Hal penting yang harus diperhatikan adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapi persoalan yang terjadi. Mengambil teladan Keluarga Kudus di Nazareth, Romo Nugroho mengingatkan ketika Yesus ‘hilang’ di Yerusalem, Yusuf dan Maria tentu panik, tetapi mereka tidak saling menyalahkan, melainkan menghadapi masalah itu dengan tenang.

“Keluarga-keluarga, seperti keluarga Kudus Nazareth misalnya, juga tidak lepas dari masalah. Ketika Yesus ‘hilang’ setelah dari Yerusalem, Yusuf dan Maria tentu panik, tetapi mereka tidak saling menyalahkan. Masalah dihadapi bersama dengan tenang,” jelasnya.

Imam yang berkarya di Rumah Retret Giri Nugraha Palembang ini juga menegaskan pentingnya menghadapi persoalan dengan tenang. “Begitu pula keluarga-keluarga kita. Kita diajarkan dan diajak untuk selalu mampu tenang menghadapi setiap tantangan dan masalah yang muncul dalam bahtera rumah tangga, khususnya sebagai para pengurus dewan paroki, stasi, lingkungan, dan prodiakon,” tuturnya.

Pembaruan Janji Perkawinan

Rangkaian acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Andreas Nugroho SCJ bersama Pastor Paroki, Romo Willy O.Carm. Dalam perayaan tersebut, di depan altar para pasutri membarui janji perkawinan mereka di hadapan Tuhan, memohon kekuatan untuk terus bertumbuh dalam iman, membangun karakter keluarga yang tangguh, serta siap diutus menjadi saksi kasih di tengah masyarakat.

***Endro Saputro (Sekretaris II DPP Paroki St. Stefanus Palembang)

Leave a Reply

Your email address will not be published.