Flp. 3: 7-4:1; Mzm. 122:1-2.3-4a.4b-5; Luk, 16: 1-8
Kejujuran

Saudara-saudari yang terkasih, kisah Injil hari ini menekankan tentang seorang bendahara yang tidak jujur dan tidak bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Yesus hendak mengajak kita untuk memliki kejujuran dan tanggung jawab dalam menanggapi tugas yang diterima. Dalam menerima hal tersebut, sikap yang perlu dikembangkan ialah terbuka dan berani menerima kritikan, serta pendapat orang lain.
Saudara-saudari ada sebuah kisah menarik. Di suatu kelas yang riang dan ramai, terdapat seorang bendahara yang sedang menghitung uang kelas mereka. Selama proses perhitungan uang tersebut ada banyak manipulasi dan tipu daya yang dilakukan. Seharusnya uang kas kelas tersebut sebesar tiga juta rupiah namun di potong menjadi dua juta rupiah. Namun tak lama, trik manipulasi dan tipu daya tersebut diketahui oleh ketua kelas dan melaporkannya kepada wali kelas. Kendati demikian, bendahara dengan sifat keras kepalanya tidak mau menyerah. Namun, pada akhirnya bendahara tersebut di keluarkan karena ketidak jujuran yang ia lakukan.
Saudara dan saudari yang terkasih dari bacaan injil dan kisah ini, yang sama-sama menekankan tentang hal yang sama, yakni kejujuran dan tenggung jawab. Dalam mengemban segala sesuatu kedua sifat manusia inilah yang sangat penting bagi perkembangan hidup kedepannya, terutama dalam bekerja dan berelasi dengan sesama kita. Maka dari itu, kejujuran dan tanggung jawab itu sangatlah penting bagi kehidupan kita, jadilah pribadi yang baik hidupnya, jangan menjadi bendahara yang tidak jujur itu. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Marianus Elisius Neno Kefi
Tingkat 1
