“Deus Illuminatio mea”
Berapapun usia kita, seberapa hebatnya kita, apapun pencapaian kita, bahkan tak peduli apa status sosial kita. Ada saat dimana kita akan merasa rapuh. Kadang kita merasa mampu, kadang ada saatnya kita merasa ragu. Kadang kita merasa orang disekiling kita begitu mencintai kita. Tapi kadang ada saatnya mereka menghujat, merendahkan dan membenci kita.

Kadang kita merasa bisa, tapi kadang ada saatnya, kita merasa seperti orang yang paling gagal sedunia. Yach, perasaan itu wajar, hidup akan selalu memberi kita warna dan perasaan yang berbeda-beda. Ada saatnya kita ragu, terutama ketika kita sedang melangkah maju dan bertumbuh. Kadang kita ragu saat berhadapan dengan situasi baru, lingkungan baru, pekerjaan baru, tanggungjawab baru. Sepertinya kita merasa sudah cukup sampai di sini.
Musuh terbesar yang bisa menghancurkan kita adalah diri kita sendiri. Bila musuh itu bisa kita kalahkan, maka tak ada serangan dari manapun yang tak bisa kita taklukan. Ada dua hal yang harus kita hadapi, harus kita lawan, dan harus kita kalahkan. Dua hal itu adalah rasa takut dan rasa tidak mampu.
Rasa takut yang membatasi potensi diri, ragu, tidak mampu, tidak layak. Itulah yang menghalangi kita tuk menjadi versi terbaik diri kita sutuhnya. Sebuah kutipan sederhana dari Marriane Williamson “Return to love”. Ketakutan terbesar kita bukanlah karena kita tidak mampu, tapi ketakutan terbesar kita adalah karena kita sangatlah mampu.
Yang ditakuti cahaya bukanlah kegelapan, tapi kegelapan sirna oleh cahaya. Mengambil peran kecil dengan cinta dan kasih yang besar akan berguna bagi dunia. Kita diciptakan Tuhan tuk bersinar. Kita dilahirkan untuk mewujudkan kemuliaan Tuhan. Bila kita bisa memancarkan sinar diri kita sendiri, secara tak sadar kita akan membebaskan orang lain dari kegelapan. Ketika kita tulus dan terlepas dari ketakutan kita, kehadiran kita seketika akan membebaskan ketakutan orang lain juga. Jadi janganlah takut tuk bersinar, janganlah takut tuk menjadi besar, jangan sembunyikan talentamu. Karena semua itu akan menjadi berkat dan mendatangkan berkat. Deo gratias.
Edo/ Rio SCJ
