Kesetiaan merupakan salah satu unsur penting dalam meraih kebahagiaan.
Ada dua orang yang bekerja sama memulai sebuah bisnis. Dari bulan ke bulan, mereka meraup keuntungan yang besar. Di kota itu, bisnis mereka termasuk paling berkembang. Banyak orang kagum terhadap bisnis yang berkembang itu. Perhatian orang-orang selalu tertuju kepada usaha mereka. Bahkan banyak orang mulai mencontoh bisnis itu.
Namun tergiur oleh keuntungan sesaat, salah satu pihak mengambil semua modal usaha dan kabur ke luar kota. Pihak kedua rugi besar. Bisnis itu pun semakin redup dengan menyisakan hutang yang besar. Pihak penghutang datang menagih, namun tidak ada uang untuk dibayar.
Suatu hari, teman yang kabur ini akhirnya kembali. Dia menyadari dosa dan kesalahannya. Dia minta maaf. Kawan yang dirugikan itu nyatanya mau dengan tulus mengampuni kesalahan kawannya. Mereka pun berdamai.

Jangan hanya Janji
Ada banyak peristiwa menyedihkan yang terjadi dalam hidup ini karena ketidaksetiaan. Orang boleh membuat janji-janji bahkan ditandatangani di atas meterai, namun ketidaksetiaan tetap terjadi. Akibatnya hidup menjadi tidak harmonis. Terjadi situasi saling mencurigai bahkan di antara sesama saudara.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk berjuang setia dalam hidup ini. Usaha dari dua sahabat itu berkembang pesat berkat kesetiaan dalam berusaha. Namun ketika salah satu pihak mau untung sendiri, usaha itu mengalami kerugian bahkan hutang. Bisnis menjadi terpuruk meski sebelumnya dikagumi oleh banyak orang.
Ketika terjadi suatu pertobatan, kesuksesan akan kembali berjaya. Namun hal ini mesti dimulai dengan suatu kehendak baik untuk bertobat. Pengampunan akan selalu menyertai orang yang mau bertobat. Namun pertobatan itu tidak mudah terjadi. Mengapa? Karena orang sudah merasakan enaknya hidup dalam dosa dan kesalahan, meski situasi dosa itu merupakan sesuatu yang semu.
Mari kita berjuang untuk hidup dalam kesetiaan untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
