Dua puluh delapan anak memegang lilin duduk di deretan bangku di depan altar Paroki Hati Kudus Palembang. Pagi itu, bertepatan dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, (Minggu 20/11) mereka menerima komuni pertama. Sebelumnya, mereka mengikuti rangkaian persiapan yang meliputi pelajaran, rekoleksi, pengakuan dosa, dan triduum.

Sakramen Ekaristi yang diterima anak-anak, juga yang setiap kali kita terima, menurut Romo Antonius Joko SCJ adalah wujud cinta Tuhan Yesus. Namun, cara Tuhan mewujudkan cinta-Nya ini tidaklah gampang.

“Hari ini kita merayakan Kristus Raja. Iman kita mau mengungkapkan bahwa Yesus sungguh Raja. Yesus yang Raja itu bukan duduk di atas tahta, tapi disalibkan. Saat kita memandang salib, malukah kita?” tanya Romo Joko.
Salib adalah jalan kasih Kristus. Bahkan Dia tidak menghilangkan luka salib-Nya, ketika Dia bangkit. Kasih Kristus terungkap dalam rentangan kedua tangan-Nya di atas salib. Meskipun dosa sebanyak apapun, namun Dia tetap merangkul kita.




“Seperti penjahat dalam sakratul maut, tapi Yesus terus merentangkan tangan-Nya, demikian pula Dia menerima kita,” kata Romo Joko.
“Yesus sangat mencintai kita! Saat ini Yesus masih sangat mencintai kita dalam Ekaristi. Saudara-saudari dengan tekun merayakannya. Kini anak-anak kita yang sudah disiapkan akan menerima-Nya,” tutur Romo Joko.
Dia berharap, keduapuluh delapan anak yang menerima komuni pertama semakin bertumbuh dalam iman. “Mari kita berdoa secara khusus untuk anak-anak kita. Semoga mereka bertumbuh dalam iman, mencintai Yesus dan menjadi tanda kehadiran Yesus dalam hidup sehari-hari,” harapnya. **Kristiana Rinawati
