Lebih dari 29.000 orang tewas di Suriah dan Turki akibat gempa bumi pada Senin (6/2) pagi. PBB mengatakan sekitar 800.000 orang di wilayah tersebut sangat membutuhkan makanan hangat. Upaya bantuan di seluruh Turki dan Suriah tetap lamban dan terus terhambat oleh kondisi beku.
Berbicara kepada wartawan, Kepala Bantuan PBB, Martin Griffiths, mengatakan ada kebutuhan mendesak akan bantuan medis, makanan, dan tempat berlindung bagi para korban.
“Saya pikir sulit untuk memperkirakan dengan tepat karena kita harus berada di bawah reruntuhan, tetapi saya yakin itu akan berlipat ganda atau lebih,” katanya.

“Kami belum benar-benar mulai menghitung jumlah kematian.”
Griffiths juga mengatakan PBB akan bekerja untuk membuka lebih banyak penyeberangan perbatasan dari Turki ke Suriah barat laut.
Pada Senin, dua gempa bumi menewaskan lebih dari 29.000 orang dan meninggalkan 98.000 orang terluka dalam salah satu bencana paling mematikan di wilayah tersebut dalam lebih dari 100 tahun.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 26 juta orang terkena dampak bencana. Kemarahan atas penghancuran begitu banyak gedung tinggi telah mendorong pejabat di Turki mengeluarkan lebih dari 100 surat perintah penangkapan sehubungan dengan pembangunan gedung.
Setidaknya belasan orang telah diantar ke tahanan, termasuk kontraktor bangunan dan pengembang. **
Nathan Morley (Vatican News)
