Senantiasa Menggunakan Rahmat Tuhan dengan Kreatif

Rahmat Tuhan selalu berlimpah-limpah bagi hidup manusia. Namun sering banyak orang kurang peduli, sehingga rahmat Tuhan itu berlalu begitu saja.

Seorang mahasiswa mesti hidup hemat untuk memperpanjang hidupnya di kota tempat dia belajar. Pasalnya orangtuanya tidak punya cukup dana untuk biaya hidupnya. Dia pun mulai bekerja di sebuah toko untuk mendapatkan tambahan biaya hidupnya. Pekerjaannya itu cukup menyita waktunya. Namun hal itu mendorongnya untuk mampu mengelola waktu dan menata hidupnya dengan baik.

Dia mengatakan bahwa dengan bekerja, dia belajar keterampilan selain memperoleh ilmu dari bangku kuliah. Dia menunjukkan integritas dirinya saat bekerja di toko. Dia mampu bekerja dengan baik dan kemudian memiliki waktu untuk belajar. Dia lalui semua itu dengan mulus. Dia tidak perlu kuatir tentang biaya hidupnya.

Dia berkata, “Saya tidak membuang-buang waktu dengan hal-hal yang kurang berguna. Setelah bekerja, saya masih punya waktu untuk belajar dan kuliah. Saya memanfaatkan hidup saya dengan baik dan benar.”

Mengisi waktu dengan hal-hal baik | Foto: https://imgix.bustle.com/

Berani Berkorban

Kekurangan biaya hidup tidak berarti orang tidak bisa melakukan hal-hal yang berguna bagi hidupnya. Justru kekurangan itu mesti mendorong orang untuk kreatif dalam hidupnya. Orang tidak boleh menyerah pada hidupnya yang penuh kekurangan. Sebenarnya hidup kita ini selalu berkekurangan, karena kita manusia yang terbatas.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk tidak menyerah pada situasi hidup kita yang berkekurangan. Mahasiswa itu tidak menyerah pada kondisi orangtuanya yang kekurangan dana bagi hidupnya. Dia kreatif. Dia membantu orangtuanya dengan bekerja. Dia rela berkorban demi masa depannya.

Banyak orang menyerah pada situasi hidupnya. Ketika ada kesulitan hidup, mereka mundur. Mereka tidak berani menghadapi persoalan hidup mereka. Akibatnya, persoalan-persoalan itu sering mengganggu perjalanan hidup mereka. Mereka menjadi tidak tenang yang berujung pada ketidakbahagiaan.
Orang beriman senantiasa berani menghadapi persoalan-persoalan hidup. Mengapa? Karena orang beriman memiliki Tuhan yang senantiasa memberi rahmat demi rahmat bagi hidupnya. Ketika rahmat itu digunakan dengan maksimal akan memberi ketenangan dalam hidup. Kebahagiaan dan sukacita pun memenuhi hidup. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.