Tantangan hidup selalu menyertai perjalanan hidup manusia. Namun kita mesti yakin bahwa Tuhan senantiasa membantu kita dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hidup kita.
Suatu ketika, sepasang suami istri bertengkar luar biasa keras. Mereka saling menuduh dan memaki. Sang istri menuduh sang suami memiliki perempuan simpanan. Padahal selama ini dia tidak pernah pergi dari rumah. Sang istri selalu berada di rumah untuk mengurus anak-anaknya.
Sang istri sering mengamati sang suami yang sering pulang larut malam. Alasannya selalu sama, yaitu kerja lembur di kantor. Alasan itu membuat sang istri mulai curiga. Dia pun meminta seorang teman suaminya untuk menyelidiki. Hasilnya sangat mendebarkan hatinya. Sering sang suami pergi berduaan dengan perempuan simpanannya. Karena itu, mereka bertengkar.
Sang suami kemudian meminta maaf atas kesalahannya. Dia berjanji untuk meninggalkan perempuan simpanannya. Dia berkata kepada sang istri, “Saya kilaf. Saya sudah tidak setia kepadamu. Saya minta maaf. Ampunilah saya. Saya tidak akan melakukannya lagi.”
Sang istri pun mengampuni suaminya. Hidup rumah tangga mereka kemudian berjalan dengan sangat baik. Mereka membangun keluarga yang sejahtera dan bahagia.

Mahkota Perkawinan: Saling Mengampuni
Selalu saja ada kerikil-kerikil tajam dalam perjalanan hidup manusia. Keluarga-keluarga yang baik sering dilanda oleh pertengkaran, karena ada yang tidak setia. Ada yang mengingkari janji perkawinan, sehingga terjadi perselisihan dalam hidup berkeluarga.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk senantiasa mengutamakan pengampunan dalam menjalani hidup bersama. Sang istri berani mengampuni kesalahan fatal suaminya. Meski mereka bertengkar keras, mereka mampu mendinginkan suasana, karena masing-masing saling terbuka. Sang suami mau mengakui kesalahannya. Mereka pun menjalani hidup perkawinan mereka dengan bahagia.
Tantangan hidup selalu ada dalam perjalanan hidup manusia. Namun tidak berarti orang mesti menerima begitu saja. Orang mesti berjuang untuk mengalahkan tantangan hidupnya. Orang mesti berani mengatasi persoalan atau tantangan yang ada, agar hidup menjadi lebih damai dan bahagia.
Orang beriman mesti yakin bahwa Tuhan selalu baik dan murah hati. Tuhan memberikan pertolongan melalui rahmat demi rahmat yang dilimpahkan kepada manusia. Karena itu, kita mesti membuka diri kita bagi rahmat dan kebaikan Tuhan. Mari kita libatkan Tuhan dalam menyelesaikan persoalan hidup kita. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
