Bangkit setelah Gagal

Manusia adalah makhluk yang terbatas. Namun keterbatasan itu tidak menjadi alasan untuk tetap terpuruk ketika gagal.

Michael Jordan – Foto: cdn.nba.com


Sepanjang karirnya sebagai pemain basket terkenal, Michael Jordan melakukan berbagai kesalahan. Ia juga menelan berbagai kekalahan bersama timnya. Namun ia selalu berani mencoba, karena kesalahan atau kekalahan bukan masalah bagi perjalanan hidupnya.

Sejak masih kecil, Michael Jordan tertarik dan menyukai berbagai hal yang ada di bidang olahraga. Namun salah satu cabang olahraga yang paling ia sukai adalah bola basket. Namun ketika menjalani test untuk masuk dalam tim SMAnya, ia dinyatakan gagal. Alasan utamanya adalah tubuhnya yang jauh lebih pendek. Jordan juga dinilai kurang mahir dalam bermain bola basket tersebut.

Meski sedih, Jordan tidak menjadikan kegagalan itu akhir dari segalanya. Ia tidak mudah menyerah. Ia menjadikan kegagalan itu sebagai pemacu untuk lebih giat lagi berlatih bola basket setiap hari di rumah. Ia juga melatih fisiknya sekeras dan sedisiplin mungkin. Hingga dua tahun waktu berlalu, Jordan kembali mengikuti seleksi tim basket SMA tempat ia bersekolah. Kali ini ia diterima.

Meski begitu, dia tidak besar kepala dan bermalas-malasan. Pencapain tersebut membuatnya lebih semangat untuk berlatih. Sering ia pulang terlambat untuk memaksimalkan latihan.

Pada kompetisi pertama tahun 1981, ia berhasil membuktikan hasil kerja kerasnya dengan mencetak 40 angka. Jordan memiliki statistik yang mengesankan. Ia memiliki rata-rata mencetak angka dengan total 25 angka setiap penampilannya. Ia pun meraih juara untuk kompetisi tahun itu bersama tim SMAnya.

Karir basketnya terus menanjak. Ia pun bergabung dengan tim Universitas North Carolina yang berhasil memenangkan berbagai kompetisi yang ada pada tahun 1983 hingga 1984. Pada tahun 1984, Jordan juga berhasil mendapatkan kontrak dan bergabung ke dalam tim basket bernama Chicago Bulls.

Hingga pada akhir karirnya Jordan di dunia basket profesional NBA tercetak sangatlah gemilang. Di tim Chicago Bulls, ia meraih enam kali juara NBA dan menjadi MVP sepanjang musim selama lima kali. Ia pun masuk ke dalam NBA All Stars sebanyak empat belas kali.

Berani Bertarung
Tidak ada kesuksesan yang diraih dengan berpangku tangan. Tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa melakukan kesalahan demi kesalahan. Justru kesalahan-kesalahan itu membantu orang untuk memperbaiki diri. Artinya, orang mesti berani bangkit setelah melakukan satu kesalahan atau kegagalan.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk terus-menerus memacu diri kita. Kita tidak boleh terpuruk ketika kita jatuh ke dalam kegagalan. Justru kegagalan itu memberi kita kesempatan untuk bangkit kembali demi meraih cita-cita kita. Michael Jordan tidak berhenti berlatih meski dinyatakan tidak lolos ke dalam tim sekolahnya. Hal itu justru menjadi semangat bagi dirinya untuk meraih cita-citanya.
Kita mesti menyadari bahwa kita adalah makhluk yang terbatas yang memiliki kekurangan dan kelemahan. Namun ketika kita memiliki semangat untuk bangkit kembali dari keterpurukan kita, kita dapat meraih cita-cita kita. Ketika kita tetap terpuruk dalam kegagalan kita, kita tidak akan meraih cita-cita kita.

Orang beriman mesti yakin bahwa apa yang dilakukan itu demi kebaikan diri dan orang lain. Keberhasilan yang kita peroleh dalam hidup itu juga demi kemajuan diri kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Karena itu, kita mesti tetap memiliki semangat untuk terus-menerus bangkit dari kegagalan yang kita alami. Dengan demikian, hidup kita menjadi suatu persembahan bagi diri dan sesama. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.