Minggu Palma mengawali Pekan Suci dalam liturgi Gereja Katolik. Hari ini, Gereja memperingati kedatangan Yesus yang penuh kemenangan di Yerusalem, beberapa hari sebelum Dia disalibkan. Disebut Minggu Palma karena dengan daun palma Yesus disambut kala itu pun sekarang, daun palma digunakan dalam rangkaian liturgi.

Bila diamati, ada kontradiksi dalam perayaan liturgi Minggu Palma. Biasanya, disuatu paroki perayaan akan dimulai di luar gereja. Bacaan Injil yang diwartakan di sini menggambarkan sorak-sorai.
Orang-orang yang mengikuti Yesus memuji Allah dengan suara nyaring, “Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!” (Lukas 19:38). Sementara daun-daun palma diberkati, umat yang hadir melambai-lambaikannya sambil bernyanyi. Perarakan dimulai menuju ke dalam gereja.

Di dalam Gereja, suasana menjadi lain. Bacaan yang diwartakan mengisahkan tentang sengsara Yesus. Kata-kata pemujaan ‘hosanna’ berganti hujatan ‘salibkan Dia’. Pujian kini berganti cibiran.

ARTI-ARTI SIMBOL LITURGI MINGGU PALMA
Hosanna Putera Daud
Kata hosanna yang diadaptasi dari bahasa Yunani ὡσαννά, hōsanná, berasal dari kata Ibrani הושיעה־נא, הושיעה נא, hôšîʿâ-nā dan berkaitan dengan kata Aram אושענא, ʾōshaʿnā yang artinya selamat, menyelamatkan, juruselamat.
Dalam Matius 21:9 diserukan Hosana Putera Daud! Hosanna di sini bermakna seruan pujian dan pemujaan yang dibuat sebagai pengakuan atas kemesiasan Yesus yang masuk ke Yerusalem.
Daun Palma
Palma adalah simbol kehidupan bagi suku-suku nomaden, yang ketika melintasi gurun, bersukacita melihat pohon palma, yang menandakan oasis ditemukan.
Palma menjadi tanda kemenangan, kesuksesan, dan kemuliaan. Rombongan tentara yang kembali dari medan perang atau kampanye militer yang panjang biasanya disambut penduduk dengan melambaikan daun palma.
Bagi Gereja Katolik, palma menyimbolkan kemuliaan dan kemenangan.
Keledai
Sambil dielu-elukan, Yesus memasuki Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai muda (bdk. Lukas 19:35). Jika seorang datang dengan kuda, bermakna akan terjadinya perang, maka penggunaan keledai bermakna sebaliknya. Keledai menandakan kedatangan seorang pembawa damai.
Warna Liturgi Merah
Merah dalam liturgy menyimbolkan darah. Dalam Minggu Palma mengenangkan sengsara dan hari kematian Yesus yang sudah dekat. **
Kristiana Rinawati
