Penyerang bersenjata membunuh puluhan warga sipil di timur Burkina Faso, sebuah negara yang dirusak oleh aktivitas kekerasan kelompok-kelompok Islam ekstremis.
Sedikitnya 50 warga sipil tewas di wilayah Madjoari di Burkina Faso, Rabu (25/5) dalam serangan oleh penyerang bersenjata, menurut sebuah pernyataan resmi dari gubernur wilayah tersebut.
Laporan berita mengatakan, warga sipil sedang melakukan perjalanan ke sebuah kota di Komune Pama, dekat perbatasan dengan Benin dan Togo, ketika serangan itu terjadi.
Tidak segera jelas siapa yang berada di balik serangan 25 Mei, meski sebagian besar negara telah dikuasai oleh kelompok-kelompok agama ekstremis yang kejam dalam beberapa tahun terakhir.

Ketidakamanan di Wilayah Sahel
Sejak 2015, Burkina Faso menghadapi tantangan untuk membatasi aktivitas militan Islam yang terkait dengan Al Qaeda dan ISIS, ketika negara-negara di kawasan itu mencoba menanggapi pemberontakan yang lebih luas di seluruh wilayah Sahel, Afrika Barat.
Terlepas dari upaya bersama dari operasi keamanan nasional dan regional, kekerasan telah meluas dan meningkat dalam dekade terakhir, yang mengakibatkan kematian ribuan warga sipil setiap tahun dan perpindahan orang secara luas.
Kekerasan sekarang mulai menyebar ke negara-negara pesisir Afrika Barat seperti Togo. Awal bulan ini, delapan tentara tewas dan 13 lainnya cedera dalam apa yang diduga sebagai serangan mematikan pertama oleh militan Islam di Togo.
Serangan Rabu juga terjadi setelah dua lainnya bulan ini di Madjoari. Yang pertama, pada 14 Mei, menewaskan 17 warga sipil, dan yang lainnya, pada 19 Mei, menewaskan 11 tentara dan menyebabkan beberapa lainnya terluka.
Burkina Faso baru-baru ini mengalami perubahan kekuasaan setelah perwira militer menggulingkan presiden Roch Marc Christian Kabore dalam kudeta pada Januari, di tengah krisis keamanan yang semakin dalam di negara itu. Pemerintah baru, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Paul-Henri Sandaogo Damiba, telah berjanji untuk meningkatkan keamanan, tetapi tingkat kekerasan masih tetap tinggi. **
Penulis Vatican News
