Tetap Memelihara Kemurahan Hati

“Orang hanya akan menyalahgunakan kemerdekaannya, jika ia tidak menyadari betapa besar ia dikasihi,” kata Jeremiah Johnson.

Ada seorang pemuda yang menyusuri kehidupan seorang pengemis yang biasa mangkal di perempatan jalan kota. Pemuda itu curiga bahwa pengemis itu memiliki harta yang banyak. Apalagi dia pernah dengar cerita dari tempat lain bahwa ada pengemis yang memiliki empat istri. Rumahnya besar dan istri-istrinya hidup sejahtera.

Karena itu, suatu sore dia mengikuti pengemis itu pulang ke rumahnya. Tentu saja pengemis itu tidak tahu bahwa ia sedang dibuntuti. Dari kejauhan pemuda itu menyaksikan pengemis itu memasuki sebuah rumah yang agak mewah. Ia disambut oleh beberapa anaknya dengan senyum tawa penuh sukacita.

Kecurigaan pemuda itu ternyata benar. Tidak semua pengemis itu miskin. Atau mereka bermental pengemis untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya di perempatan jalan di kota. Apalagi hasil ngemis mereka tidak pernah dipajaki alias mereka mendapatkan hasil yang utuh.

“Ya ampun. Ternyata kecurigaan saya benar. Menjadi pengemis itu suatu matapencaharian,” kata pemuda itu dalam hati.

Tetap Peduli

Di sekitar ada banyak orang yang kurang mampu alias orang yang sungguh-sungguh miskin. Mereka membutuhkan bantuan dari orang lain, agar dapat melanjutkan perjalanan hidup mereka. Namun banyak dari mereka tetap mencari nafkah dengan cara yang halal. Mereka tidak mau mengemis di jalan-jalan.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk teliti dalam memberi sesuatu kepada orang miskin yang mengemis di perempatan jalan. Bisa jadi para pengemis itu dipekerjakan oleh orang lain dalam suatu sindikat. Pemuda itu menemukan suatu kenyataan yang dia duga sebelumnya bahwa mengemis menjadi suatu matapencaharian.

Tentu saja hati kita mesti selalu terbuka terhadap orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Hati kita mesti selalu tersentuh oleh hidup sesama kita yang berada di bawah garis kemiskinan. Kita perlu membantu mereka dengan hati yang tulus. Bantuan kita dapat menyelamatkan banyak jiwa.

Karena itu, meski kita harus selalu kritis terhadap situasi yang ada di sekitar kita, kita tetap memelihara hati yang mudah tersentuh oleh belas kasihan. Kita telah diberi rahmat demi rahmat oleh Tuhan. Kita ingin agar rahmat Tuhan itu pun disalurkan kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.