Banyak orang mengharapkan warisan yang berguna bagi kelangsungan hidupnya. Namun sering orang tidak merawat atau mengembangkan warisan itu.
Suatu hari seorang gadis mendapatkan warisan dari sang ibu. Warisan itu berupa selembar kain batik tulis. Matanya berkaca-kaca memandangi kain batik tulis itu. Begitu indah. Baru pertama kali itu ia menyaksikan selembar kain batik tulis. Dalam benaknya, ia berpikir bahwa ia menjadi anak yang sangat istimewa.
Spontan dia berkata kepada sang ibu, “Ini istimewa sekali. Ibu memberi saya warisan yang sangat berharga, melebihi sebongkah emas.”
Sang ibu tersenyum mendengar kata-kata sang putri. Lantas dia berkata, “Benar, nak. Sangat istimewa. Kain batik tulis ini hasil karya nenekmu.”
Mata gadis itu terbelalak. Lalu dia berkata, “Pantas tampak kuno, langka dan mengandung sentuhan pribadi. Orang lain mungkin tidak memahami nilainya, tetapi bagi saya, kain ini tak ternilai harganya. Tak bakal saya menukarnya dengan benda lain. Sebaliknya, saya akan menyimpan dan merawat kain ini sebaik-baiknya.”
Tak Ternilai Harganya
Suatu warisan dianggap berharga karena harganya memang amat tinggi, sangat mahal. Namun, bisa juga, warisan itu menjadi tidak ternilai harganya berdasarkan siapa yang memberikannya kepada kita. Karena itu, warisan itu mesti dijaga dengan sebaik-baiknya. Warisan itu mesti dipelihara untuk meninggalkan nilai-nilai tinggi bagi generasi penerus.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk mau menjaga dan memelihara warisan yang ditinggalkan kepada kita masing-masing. Gadis itu mendapatkan hadiah yang sangat istimewa meski hanya selembar kain batik tulis. Baginya, bukan bahan itu yang istimewa, namun sang pembuatnya menjadikan batik tulis itu semakin istimewa. Kedekatan dengan orang yang dicintai itu memberikan nilai tambah terhadap batik tulis itu.
Sebagai bangsa, kita mendapatkan warisan dari para bapa bangsa berupa Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tugas kita adalah menjaga dan memelihara kelestariannya. Namun tidak berhenti di situ. Kita mesti mengembangkan warisan yang sangat istimewa ini bagi kemajuan bangsa dan Negara kita.
Tentu saja ada banyak tantangan yang mesti kita hadapi. Namun kita mesti yakin bahwa kita akan mampu mempertahankan dan mengembangkan warisan-warisan itu sesuai dengan arah hidup bangsa dan Negara kita. Mari kita terus-menerus mencintai Negara ini dengan menjaga, memelihara dan mengembangkan warisan-warisan itu ke arah yang lebih baik. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
