“Lebih mudah melawan ribuan orang bersenjata lengkap daripada melawan kesombongan diri sendiri,” kata seorang bijaksana.

Suatu hari, emas dan tanah sedang bersama. Emas merasa dirinya baik karena tubuhnya memiliki warna berkilauan dan banyak dipakai orang-orang sebagai perhiasan. Emas juga bangga karena ia disimpan di tempat yang rapi, bersih, serta diberi pengamanan ketat.
Sedangkan tanah hanya diinjak-injak dan tidak pernah diperlakukan seperti emas.
“Hei tanah. Lihatlah penampilanmu yang jelek dan kusam itu. Tubuhmu tidak berkilau layaknya aku,” Emas mengejek Tanah.
“Ya, kamu benar. Aku memang tidak berkilau sepertimu. Tapi, apakah kamu bisa menumbuhkan buah yang manis? Apakah kamu bisa menumbuhkan bunga yang indah? Apakah kamu bisa menumbuhkan pohon untuk berteduh manusia? Dan apakah kamu bisa menjadi tempat untuk membangun rumah tempat manusia merasa tenang dan aman?” tanya Tanah.
Emas mendadak terdiam. Sejak itu, ia tidak pernah lagi mengejek tanah.
Jangan Berlebihan
Banyak orang merasa diri sebagai emas berharga yang menyilaukan. Karena itu, mereka mudah merendahkan orang lain. Padahal belum tentu mereka memberikan manfaat bagi hidup bersama. Bahkan bisa jadi hidup mereka menjadi batu sandungan bagi hidup bersama itu.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk tidak meninggikan diri. Emas merasa dirinya paling berharga, karena merasa dibutuhkan dan dicari banyak orang. Dia tidak sadar bahwa apa yang dihadapi itu juga memiliki nilai yang tinggi. Karena itu, kesombongan emas dengan mudah dijatuhkan melalui bukti-bukti.
Banyak orang sering melihat diri terlalu berlebihan. Mereka merasa bahwa kehadiran mereka lebih penting daripada orang lain. Apalagi orang-orang yang dihadapi itu tampil biasa-biasa saja. Sebenarnya yang dibutuhkan dalam hidup bersama adalah manfaat yang kita berikan kepada orang lain. Kesuksesan akan menjadi tidak ada artinya jika tidak bisa memberikan manfaat untuk sesama.
Hidup yang makmur juga tidak ada artinya, jika tidak digunakan untuk berbagi. Kepandaian yang dimiliki juga tidak ada artinya, jika tidak bisa memberikan inspirasi untuk hidup banyak orang. Mari kita berusaha agar selalu berguna bagi hidup bersama. Dengan demikian, hidup kita memiliki makna yang mendalam bagi diri dan sesama. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
