Kuatnya Belas Kasih

Tidak ada perkara apa pun yang terlalu sulit untuk diubahkan oleh Tuhan.

Suatu hari seorang bapak duduk termenung memandangi kolam di depannya. Kakinya lumpuh. Kolam itu merupakan satu-satunya harapannya. Mengapa? Sebab banyak orang mengatakan bahwa ketika air kolam itu bergerak berarti ada sesuatu yang ajaib. Orang sakit yang pertama masuk ke dalam kolam akan mengalami kesembuhan.

Meski ia melihat harapan di depan matanya, ia seolah-olah tidak mampu menggapainya. Mengapa? Karena ada orang lain yang telah mendahuluinya. Orang sakit yang telah mendahului dirinya masuk ke dalam kolam itu menjadi sembuh. Bapak itu melihat sukacita terpancar dari wajah orang yang sembuh itu.

Namun suatu ketika, seorang Guru Bijaksana melintas di hadapannya. Dia pun memohon untuk dipegang tangannya dan disembuhkan. Sebuah senyum merekah terpancar dari Guru bijaksana itu. Lantas Guru Bijaksana itu menjamahnya penuh kasih. Bapak itu pun dapat berjalan. Dia merasakan kasih Sang Guru Bijaksana mengalir ke seluruh tubuhnya.

Dia pun menangis. Dia bersujud di hadapan Guru Bijaksana itu. Dia mengucap syukur dan terima kasih atas kebaikan Sang Guru Bijaksana itu.

Memaafkan – Foto: hips.hearstapps.com

Uluran Tangan Kasih

Setiap hari kita merasakan dan mengalami kebaikan Tuhan atas diri kita melalui berbagai cara. Ada yang mengalaminya melalui senyum manis orang-orang yang ada di sekitarnya. Ada yang memperoleh hal-hal yang ajaib bagi diri mereka. Ada yang mengalami pemberian kasih dari sesamanya.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk memiliki belas kasih kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Belas kasih itu bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. Bapak itu mengalami kesembuhan berkat perjumpaan dengan Sang Guru Bijaksana yang memiliki kepdulian terhadap dirinya. Dia lalu membuka hatinya bagi belas kasih itu. Dia pun mengalami kesembuhan berkat jamahan kasih itu.

Di sekitar kita ada begitu banyak orang yang membutuhkan belas kasih. Banyak orang mengalami kekurangan dalam berbagai hal. Ada yang kekurangan kasih dan sapaan. Ada yang kekurangan materi untuk melanjutkan kehidupan. Mereka membutuhkan sapaan dan belas kasih kita.

Karena itu, yang dibutuhkan adalah kerelaan untuk berbagi hidup dengan sesama kita. Seutas senyum ternyata sangat berharga bagi mereka yang membutuhkan kasih. Uluran tangan kita bagi sesama sangat membantu mereka untuk melanjutkan perjalanan hidup mereka.

Mari kita terus-menerus peduli terhadap orang-orang yang membutuhkan belas kasih kita. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.