Puncak Ekshibisi Pesparani Keuskupan Agung Palembang berlangsung Minggu, (11/9). Pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, para peserta sudah berada di Gedung Kampus Universitas MDP Palembang. Sebanyak tiga mata lomba ditandingkan, yaitu Cerdas Cermat Rohani, Mazmur, dan Bertutur Kitab Suci.

Meskipun Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) secara teritori terbagi dalam provinsi-provinsi, namun tidak menghalangi persaudaraan antarumat Keuskupan Agung Palembang, yang terdiri atas tiga provinsi, Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu. Ekshibisi Pesparani kali ini buktinya.
“Tujuan utama dari ekshibisi ini untuk berlatih bersama, sekaligus membangun kebersamaan antar orang muda tiga provinsi: Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, sebagai saudara satu keuskupan,” kata Alphonsus Supardi, Ketua Kontingen LP3KD Sumatera Selatan untuk Pesparani II.

Latihan bersama yang berbentuk kompetisi ini, perdana diadakan. Sebelumnya, pada Pesparani I di Ambon beberapa tahun lalu, tidak diadakan acara semacam ini. “Pada Pesparani I, kita memang tidak ada ekshibisi, karena pada waktu itu, masih ada kesempatan untuk melatih anak-anak kita, terutama Mazmur dan Paduan Suara. Sedangkan untuk Pesparani II, karena waktu yang singkat, kita coba adakan ekshibisi ini,” terangnya.
Mulanya, hanya akan diadakan ekshibisi mata lomba Cerdas Cermat Rohani. Namun karena dipandang tanggung, maka Mazmur dan Bertutur Kitab Suci disertakan. “Kita akan melatih anak tampil di depan umum. Kemudian kita juga melihat, sejauh mana pemahaman, progress dari latihan-latihan yang dilakukan selama ini, sehingga dari situlah akan kelihatan kemampuan anak-anak kita dalam menguasai bahan-bahan untuk Pesparani II di Kupang,” kata Supardi.

Sesuai rencana, Pesparani II di Kupang akan diadakan pada 27-31 Oktober 2022. Sebanyak 11 orang akan mewakili Provinsi Sumatera Selatan dalam 7 kategori lomba perorangan, yaitu masing-masing seorang untuk lomba Bertutur Kitab Suci, Mazmur Anak, Mazmur Remaja, Mazmur Orang Muda, dan Mazmur Dewasa, serta masing-masing tiga orang untuk Cerdas Cermat Rohani Anak dan Cerdas Cermat Rohani Remaja.
“Sedangkan Provinsi Jambi dan Bengkulu akan mengikuti bidang-bidang Bertutur Kitab Suci, Cerdas Cermat Rohani, Mazmur, dan juga Paduan Suara,” jelas Supardi.
Tentang target yang akan dicapai peserta, Supardi mengatakan yang penting adalah menampilkan yang terbaik. Lagi pula, kegiatan-kegiatan ini dapat mengasah potensi para peserta, yang nantinya berguna bagi Gereja.

Dukungan Gereja
“Menyangkut dukungan dari Gereja, tentu kami mengucapkan terima kasih. Dukungan yang sangat besar dari Bapak Uskup, Romo Vikjen, dan para pastor paroki. Mereka sangat mendukung, sehingga LP3KD tetap dapat menjalankan fungsinya dalam bidang pengembangan lomba-lomba ini,” katanya.
Supardi juga mewakili panitia berterima kasih atas bantuan dana kepada pihak Keuskupan Agung Palembang, paroki-paroki, terutama dari Forum Dekanat 1 Kota Palembang, juga beberapa paroki dari Dekanat II dan III.
“Dukungan dana ini sangat membantu kami. Selain dari pihak keuskupan, gereja-gereja paroki dan dekanat, kami juga mendapatkan bantuan dari para donatur, yang sangat berarti bagi kami untuk persiapan dan keberangkatan kami mengikuti Pesparani II di Kupang ini,” jelasnya.
Supardi juga berterima kasih kepada Universitas MDP, yang telah membantu memfasilitasi tempat dan alat demi kelancaran ekshibisi.

Mohon Dukungan Pemerintah
“Sejak terbentuknya LP3KD Sumatera Selatan (tahun) 2017 hingga 2022, memang LP3KD belum pernah mendapatkan bantuan dana operasional, dana kegiatan-kegiatan, dan keikutsertaan kami pada Pesparani I di Ambon, maupun Pesparani II di Kupang ini. Maka kami berharap, untuk Pesparani II di Kupang dan Pesparani III di DKI Jakarta tahun 2023, kami dapat dukungan bantuan penuh dari gubernur, terutama terkait soal dana karena keterbatasan di LP3KD ini,” harap Supardi, yang pernah menjabat Pembimas Agama Katolik Provinsi Sumatera Selatan ini.
Tentang dukungan moril, selama ini Pemerintah Sumatera Selatan mendukung LP3KD dengan SK dan legalitas. “Saat ini LP3KD sudah mengajukan permohonan ke bapak gubernur Sumatera Selatan, untuk mohon waktu beraudiensi, minta waktu, kapan LP3KD Sumatera Selatan ini dapat dilantik,” lanjutnya.
Selain dukungan dari pemerintah provinsi, Supardi juga berharap dukungan dari kabupaten-kabupaten yang ada di Sumatera Selatan. “Sumatera Selatan ini ada 17 kabupaten kota. Namun baru 1 kabupaten yang sudah terbentuk LP3KD, yaitu Kabupaten Ogan Komering Ulu. Maka kami berharap di kabupaten kota yang lain, terutama yang ada parokinya, dapat segera terbentuk LP3KD Kabupaten. LP3KD yang terbentuk akan menjadi sarana untuk komunikasi, membangun persaudaraan terhadap pemerintah, juga terhadap saudara-saudari kita yang berbeda keyakinan, melalui seni dan budaya,” harap Supardi.

Adapun tema yang diusung dalam ekshibisi ini adalah Bersama Mengembangkan Kaum Muda Katolik Keuskupan Agung Palembang dalam Rangka Mewakili Provinsi Menuju Pesparani II –Kupang. Tema ini sejalan dengan semangat Sinode III Keuskupan Agung Palembang, yaitu Berjalan Bersama, Semakin Beriman, dan Berbuah Limpah. **
Kristiana Rinawati
*Tidak diperkenankan mengutip sebagian atau keseluruhan dari tulisan ini tanpa mencantumkan sumber.
