
Kalian pasti pernah melihat ini. Namanya Evangeliarium. Ini bukan Alkitab ya guys, karena Alkitab isinya Kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ini bukan juga Lectionarium atau Buku Bacaan Misa. Tapi ini adalah Evangeliarium, yang isinya hanya bacaan Injil, yang digunakan untuk perayaan Liturgi, khususnya Misa Kudus.
Well, once again I have to say, Gereja Katolik itu kaya banget akan simbol-simbol dan semuanya itu penuh dengan arti. Evangeliarium dibawa oleh Diakon atau lektor di awal Misa. Pegangnya pun tidak sembarang, tapi dipegang dengan kedua tangan dengan agak diangkat (PUMR 120d) dan diletakkan di atas Altar (PUMR 173).
Saat Alleluia, Evangeliarium diarak dengan meriah dan dipertunjukkan kepada umat. Yang membaca dari Evangeliarium pun haruslah mereka yang tertahbis. Sebelum membaca, diakon atau imam mendupai, membuat tanda salib di atas teks Injil yang dibacakan, dan kemudian bersama umat membuat tiga kali salib kecil, di dahi, bibir, dan dada. Selesai membaca, Evangeliarium pun dicium.

Tahukah kamu apa makna Gereja Katolik melakukan ritual-ritual seperti ini?
Katekismus Gereja Katolik menjelaskannya dengan bagitu indah, bahwa,
“Iman Kristen bukanlah ‘agama buku’. Agama Kristen adalah agama ‘Sabda’ Allah, ‘bukan sabda yang ditulis dan bisu, melainkan Sabda yang menjadi manusia dan hidup’ (Bernard, hom. miss. 4,11). Kristus, Sabda abadi dari Allah yang hidup, harus membuka pikiran kita dengan penerangan Roh Kudus, ‘untuk mengerti maksud Alkitab’ (Luk 24:45), supaya ia tidak tinggal huruf mati.” (KGK 108)
Karena itu, setiap Misa, kita, orang Katolik sangat menghormati Sabda Allah. Wujudnya apa? Ya seperti tadi, diarak dengan anggunly, ditempatkan di tempat yang layak, dibacakan atau diwartakan dengan seni membaca Kitab Suci yang baik, dan kita menanggapinya dengan perhatian yang penuh, ga ngobrol kanan kiri.

Dan khusus Evangeliarium, diberi penghormatan yang paling tinggi. Mengapa? Karena Injil yang dimaklumkan dalam Misa, merupakan puncak dari Liturgi Sabda. Maka dari itu, Buku Injil yang dipakai dalam Misa pun khusus, yaitu Evangeliarium tadi.
Yang membaca dari Evangeliarium haruslah mereka yang tertahbis: diakon, imam, uskup. Alasannya karena mereka bertindak selaku pribadi Kristus atau in persona Christi. Jadi, dalam Puncak Liturgi Sabda, Kristus sendirilah yang mewartakan Sabda-Nya kepada kita, saat Misa berlangsung.

Kenapa dicium atau dikecup? Dalam Misa, hanya ada 2 benda yang dicium oleh imam, yaitu Altar dan Evangeliarium. Kedua benda ini adalah ikon Kristus. Di atas Altar, Kristus dikurbankan, sedangkan Evangeliarium menunjukkan kalau Kristus adalah Sabda yang menjadi daging. Maka di awal Misa, Evangeliarium diletakkan di atas Altar, menunjukkan kalau Pribadi Kristus yang kita rayakan itu adalah Kurban dan Sabda. **
Kristiana Rinawati
